Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung baru-baru ini menjadi sorotan publik. Diduga kuat, infeksi virus Panleukopenia menjadi penyebab utama di balik peristiwa tragis tersebut.
Penyakit yang juga dikenal sebagai Feline Distemper ini bukan sekadar flu biasa, melainkan ancaman fatal bagi keluarga Felidae, mulai dari kucing domestik hingga harimau.
Panleukopenia disebabkan oleh Feline Parvovirus (FPV). Virus ini bekerja dengan menyerang sel-sel yang membelah dengan cepat di dalam tubuh hewan, terutama pada:
Masa inkubasi virus ini berkisar antara 2 hingga 10 hari. Pemilik hewan atau pengelola penangkaran harus segera bertindak jika menemukan gejala berikut:
Catatan Penting: Pada anak kucing atau anak harimau yang sistem imunnya belum sempurna, tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai lebih dari 90% jika tidak segera ditangani.
Kematian anak harimau di lembaga konservasi menunjukkan betapa tangguhnya virus ini di lingkungan. FPV dikenal mampu bertahan hidup di permukaan benda, tanah, hingga pakaian manusia selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Beberapa faktor risiko yang diduga memicu penularan di area penangkaran meliputi kontaminasi silang melalui peralatan, kurangnya prosedur karantina bagi hewan baru, hingga belum optimalnya cakupan vaksinasi pada induk harimau yang memengaruhi imunitas anak (antibodi maternal).
Hingga saat ini, belum ada obat spesifik untuk membunuh virus Panleukopenia. Pengobatan bersifat suportif melalui pemberian infus cairan, antibiotik untuk infeksi sekunder, dan perawatan intensif.
Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi harga mati:
Bagi satwa langka seperti harimau, kehilangan satu individu muda adalah kerugian besar bagi upaya pelestarian populasi. Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh pengelola kebun binatang di Indonesia untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) kesehatan satwa demi menjaga keberlanjutan spesies di masa depan.
Apakah Panleukopenia menular ke manusia?
Tidak, virus ini spesifik menyerang keluarga kucing (Felidae) dan tidak menular ke manusia.
Bagaimana cara membunuh virus ini di lingkungan?
Gunakan disinfektan berbahan dasar sodium hipoklorit (pemutih) dengan rasio yang tepat, karena pembersih lantai biasa seringkali tidak mempan terhadap parvovirus. (Z-10)
Sebanyak 72 harimau di Tiger Kingdom Tailan mati akibat wabah Feline Parvovirus. Ahli sebut inbreeding dan infeksi bakteri memperburuk kondisi imun satwa.
Kematian dua anak harimau Benggala di Bandung Zoo memicu evaluasi total. Wali Kota Bandung soroti sistem pengelolaan dan biosekuriti yang dinilai lemah.
Dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung mati akibat virus panleukopenia yang diduga sudah menginfeksi sejak lama. Pemkot perketat biosecurity.
Pemkot Bandung evaluasi total Bandung Zoo usai dua anak harimau mati akibat virus Panleukopenia, perketat biosecurity dan perbaiki tata kelola satwa.
Pemkot Bandung menyebut anak harimau Benggala yang mati di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung bukan disebabkan oleh kelalaian perawatan, melainkan akibat infeksi virus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved