Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Waspada "Dirty Dozen" 2026, Bayam dan Stroberi Masih Tertinggi Residu Pestisida

Thalatie K Yani
25/3/2026 08:00
Waspada
Ilustrasi(freepik)

LAPORAN terbaru Shopper’s Guide to Pesticides in Produce tahun 2026 kembali merilis daftar sayuran dan buah-buahan dengan kadar residu pestisida tertinggi. Sayuran hijau seperti bayam serta buah favorit keluarga seperti stroberi dan anggur menempati posisi teratas dalam daftar yang dikenal sebagai "Dirty Dozen" ini.

Laporan yang dirilis Environmental Working Group (EWG) pada Selasa (24/3) ini menyusun daftar berdasarkan uji pemerintah Amerika Serikat (USDA) terhadap lebih dari 54.000 sampel dari 47 jenis produk pangan. Selain bayam dan stroberi, daftar ini mencakup nektarin, persik, ceri, apel, blackberry, pir, kentang, dan blueberry.

Temuan Mengejutkan: Zat Kimia Abadi

Untuk pertama kalinya, laporan tahun ini menemukan lebih dari 60% sampel "Dirty Dozen" mengandung pestisida yang juga merupakan zat kimia berbahaya jenis PFAS (perfluoroalkyl and polyfluoroalkyl substances), atau yang sering dijuluki "zat kimia abadi".

Zat ini sulit terurai dan dapat bertahan di lingkungan maupun tubuh manusia dalam waktu yang sangat lama. Paparan PFAS telah dikaitkan dengan risiko kanker, obesitas, gangguan tiroid, hingga penurunan kesuburan.

"Pestisida PFAS adalah bahan aktif dalam produk-produk ini karena efektif membunuh hama—hal itulah yang justru mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan secara luas," ujar Bernadette Del Chiaro, Wakil Presiden Senior EWG untuk operasi California.

Ia menambahkan, "Kita tidak bisa hanya merusak spora jamur atau serangga pada buah persik tanpa berpotensi membahayakan anak kecil yang memakannya."

Risiko Kesehatan dan Respons Industri

Para ahli menekankan bahwa paparan campuran berbagai jenis pestisida secara akumulatif dapat meningkatkan risiko kesehatan. Pada anak-anak dan janin, paparan ini dikaitkan dengan risiko cacat lahir, berat badan lahir rendah, hingga masalah belajar dan kanker.

Meski demikian, pihak industri yang diwakili oleh Alliance for Food and Farming (AFF) dan CropLife America mengkritik laporan ini. Mereka menilai laporan tersebut memicu ketakutan yang tidak perlu. Menurut mereka, petani telah mengikuti aturan ketat dan mengklaim bahwa 99% residu yang ditemukan masih di bawah ambang batas aman yang ditetapkan EPA.

"Clean Fifteen": Pilihan yang Lebih Aman

Bagi konsumen yang ingin mengurangi paparan kimia tanpa harus berhenti makan serat, EWG juga merilis daftar "Clean Fifteen" atau produk dengan residu terendah. Alpukat, jagung manis, dan nanas memimpin daftar ini sebagai produk yang paling bersih dari kontaminasi. Daftar ini juga mencakup pepaya, bawang bombay, kacang polong beku, asparagus, kol, hingga kiwi.

Tips Mengurangi Paparan Pestisida

Para ahli kesehatan sepakat cara terbaik bukanlah berhenti makan buah dan sayur, melainkan melakukan diversifikasi dan teknik pembersihan yang tepat.

Varun Subramaniam, analis sains EWG, menyarankan konsumen untuk memilih versi organik terutama untuk daftar "Dirty Dozen". Jika tidak memungkinkan, langkah pencucian yang benar sangat krusial:

  • Cuci dengan air mengalir: Gosok buah atau sayur yang bertekstur keras seperti kentang atau melon dengan sikat bersih.
  • Hindari sabun: Jangan gunakan sabun, deterjen, atau pemutih karena pori-pori buah bisa menyerap zat kimia tersebut.
  • Keringkan: Lap dengan kain bersih atau tisu setelah dicuci untuk menghilangkan sisa bakteri atau residu yang menempel. 

(CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya