Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Kapan Sidang Isbat Lebaran 2026 Pemerintah Digelar?

mediaindonesia.com
16/3/2026 15:27
Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Kapan Sidang Isbat Lebaran 2026 Pemerintah Digelar?
Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Dok. Kemenag)

Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Kapan Sidang Isbat Lebaran 2026 Pemerintah Digelar?

Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Perbedaan metode antara organisasi Islam dan pemerintah sering kali memunculkan potensi perbedaan tanggal perayaan. Untuk tahun 2026, PP Muhammadiyah telah memberikan kepastian, sementara masyarakat masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama RI.

Penetapan Idulfitri 2026 Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melalui metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, telah menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Berdasarkan perhitungan mereka, pada hari Kamis petang, 19 Maret 2026, posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, sehingga bulan baru telah dimulai menurut kriteria wujudul hilal.

Jadwal dan Tahapan Sidang Isbat Kemenag

Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang ini bertujuan untuk memverifikasi hasil pengamatan hilal secara langsung di ratusan titik rukyat di seluruh Indonesia. Berikut adalah tahapan Sidang Isbat:

  • Pemaparan Posisi Hilal: Dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag berdasarkan data astronomi terkini.
  • Sidang Tertutup: Verifikasi data lapangan untuk menentukan apakah hilal berhasil terlihat atau tidak.
  • Pengumuman Resmi: Menteri Agama akan mengumumkan hasil sidang secara nasional melalui konferensi pers.

Analisis Potensi Perbedaan: Kriteria MABIMS

Masyarakat perlu memahami bahwa pemerintah Indonesia saat ini menggunakan kriteria MABIMS baru (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebagai standar minimum visibilitas hilal. Syarat tersebut meliputi:

Parameter Syarat Minimal
Ketinggian Hilal Minimal 3 Derajat
Sudut Elongasi Minimal 6,4 Derajat

Pada 19 Maret 2026, posisi hilal diprediksi masih berada pada ketinggian yang sangat rendah (sekitar 0 hingga 2 derajat). Jika kriteria MABIMS tidak terpenuhi dan hilal tidak terlihat, maka pemerintah kemungkinan besar akan melakukan istikmal (menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari), sehingga Idulfitri versi Pemerintah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2026

Berdasarkan kalender nasional, libur Idulfitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk menikmati libur panjang (long weekend). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap memantau pengumuman resmi Kemenag guna menyesuaikan jadwal mudik dan ibadah.

Kesimpulan

Meskipun terdapat potensi perbedaan antara 20 Maret dan 21 Maret 2026, esensi Idulfitri sebagai hari kemenangan tetaplah sama. Masyarakat diharapkan tetap menjaga toleransi dan ukhuwah Islamiyah dalam merayakan hari besar ini, terlepas dari metode penetapan yang diikuti.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya