Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Tips Cerdas Pilih Kue Kering Lebaran: Perhatikan Warna hingga Keamanan Segel

Faishol Taselan
13/3/2026 06:58
Tips Cerdas Pilih Kue Kering Lebaran: Perhatikan Warna hingga Keamanan Segel
Ilustrasi(Antara)

SUGUHAN kue kering seolah telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dalam merayakan momen Idulfitri di Indonesia. Mulai dari nastar, kastengel, hingga putri salju berjajar rapi di meja tamu sebagai kudapan khas yang dinanti. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih produk yang berkualitas dan aman secara gizi untuk dikonsumsi keluarga.

Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Mahmud Aditya Rifqi memberikan panduan praktis bagi konsumen. “Salah satu poin utama yang saya tekankan adalah mengenai pemahaman masyarakat terhadap penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam industri kue kering,” katanya di Surabaya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan pengawet, pemanis, atau pewarna sebenarnya diperbolehkan oleh undang-undang dan BPOM asalkan sesuai dengan jenis dan batas aman yang telah ditentukan. Hal yang perlu diwaspadai masyarakat adalah penggunaan bahan tambahan yang ilegal atau tidak terdaftar yang mungkin digunakan oleh produsen nakal.

Cara Mengamati Kualitas Kue Kering Secara Fisik

Secara fisik, konsumen dapat mengamati kualitas kue kering dari tampilannya sebelum membeli. Berikut adalah poin-poin yang perlu diperhatikan:

  • Warna Kue: Jika warna kue tampak sangat mencolok atau tidak natural, sebaiknya dihindari karena berisiko mengandung pewarna non-pangan.
  • Indra Perasa: Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi dan sebaiknya jangan dikonsumsi.
  • Kondisi Kemasan: Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak. Kebersihan dan kerapian segel menjadi poin krusial, terutama untuk produk yang dijual di area terbuka.

Pentingnya Izin Edar dan Label Produk

Kualitas kue kering tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga cara pengemasannya. Mahmud menyarankan konsumen untuk selalu mengecek tanggal kedaluwarsa (expired date) serta best before yang tertera pada label produk.

“Adanya izin edar akan memberikan keyakinan lebih bahwa produk tersebut memang masih segar dan layak konsumsi karena telah melalui pengawasan,” tambah Mahmud. Bagi produk UMKM atau industri rumahan, wadah harus dalam kondisi tersegel rapat sejak dari produsen untuk menjamin ketahanan produk dari kontaminasi luar.

Tips Sehat: Terapkan Prinsip 3J

Bagi masyarakat yang sedang membatasi asupan gula atau kalori demi menjaga kesehatan di hari raya, ia menyarankan penerapan prinsip 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal). Mengingat kue kering bersifat sebagai makanan selingan, porsinya sebaiknya dibatasi hanya sekitar 10–20 persen dari total asupan kalori harian agar tidak memicu lonjakan gula darah yang tidak diinginkan pasca berpuasa sebulan penuh.

“Jika memiliki waktu luang, membuat kue sendiri dengan bahan rendah kalori adalah opsi terbaik agar komposisi lebih terkontrol. Namun jika harus membeli di luar, kontrol diri menjadi kunci utama,” jelasnya.

Catatan Ahli: Kue kering dengan isian krim atau lapisan cokelat cenderung lebih cepat rusak sehingga lebih baik disimpan di tempat sejuk atau lemari es guna menjaga kualitasnya hingga hari raya usai.

Pertanyaan Penting

1. Apa ciri kue kering yang menggunakan pewarna berbahaya?
Biasanya memiliki warna yang sangat terang/mencolok dan terkadang meninggalkan bekas warna yang sulit hilang di lidah atau tangan.

2. Berapa lama masa simpan kue kering rumahan?
Tergantung jenisnya, namun umumnya berkisar antara 3 hingga 6 bulan jika disimpan dalam toples kedap udara di tempat yang sejuk.

3. Apakah kue kering yang sudah tengik masih boleh dimakan?
Sangat tidak disarankan, karena lemak yang teroksidasi dapat membentuk radikal bebas yang buruk bagi kesehatan pencernaan dan jangka panjang.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya