Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Hewan Pertama di Bumi adalah Spons Laut, Ini Bukti Temuan Peneliti MIT

Asha Bening Rembulan
04/3/2026 22:07
Hewan Pertama di Bumi adalah Spons Laut, Ini Bukti Temuan Peneliti MIT
Spons laut, hewan pertama di Bumi.(Dok. MIT)

TEKA-teki mengenai identitas hewan pertama di Bumi akhirnya terjawab. Tim ahli geokimia dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bukti kuat bahwa nenek moyang spons laut modern merupakan pionir kehidupan multiseluler di lautan purba.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Profesor Geobiologi Emeritus MIT, Roger Summons, bersama peneliti Lubna Shawar, mengungkap keberadaan "fosil kimia" dalam batuan kuno yang berusia lebih dari 541 juta tahun. Temuan ini memberikan perspektif baru bahwa evolusi hewan dimulai jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Misteri Fosil Kimia dan Sterana Khusus

Berbeda dengan fosil dinosaurus yang berupa tulang belulang, hewan pertama di Bumi memiliki tubuh yang sangat lunak sehingga tidak meninggalkan jejak fisik yang jelas. Sebagai gantinya, mereka meninggalkan "jejak kaki molekuler" yang disebut fosil kimia.

Tim MIT mengidentifikasi senyawa bernama sterana, yaitu bentuk stabil dari sterol (seperti kolesterol) yang ditemukan dalam membran sel organisme kompleks. Sterana ini ditemukan melimpah dalam batuan dari Periode Ediacaran (sekitar 541-635 juta tahun lalu) yang diambil dari wilayah Oman, India, dan Siberia.

Fakta Unik: Rahasia 31 Atom Karbon

Peneliti menemukan bahwa spons laut dari kelas Demospongiae memiliki kemampuan genetik unik untuk menghasilkan sterol dengan 31 atom karbon (C31). Sebagai perbandingan:

  • Manusia: Memiliki 27 atom karbon.
  • Tumbuhan: Umumnya memiliki 29 atom karbon.
  • Spons Purba: Memiliki 30 hingga 31 atom karbon.

Kelangkaan molekul C31 ini menjadi "sidik jari" biologis yang memastikan bahwa senyawa dalam batuan purba tersebut berasal dari makhluk hidup, bukan proses geologis tak sengaja.

Spons Purba: Bertubuh Lunak Tanpa Rangka

Roger Summons menjelaskan bahwa meskipun kita tidak tahu pasti rupa fisik organisme tersebut, mereka dipastikan hidup di lautan dan memiliki tubuh yang sangat sederhana. "Mereka pasti bertubuh lunak, dan kami menduga mereka belum memiliki kerangka silika (spikula) seperti spons modern saat ini," ujar Summons.

Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para paleontolog jarang menemukan fosil spons utuh dari era sebelum Ledakan Kambrium. Tanpa bagian tubuh yang keras, molekul lemak dalam membran sel menjadi satu-satunya bukti yang tersisa selama ratusan juta tahun.

Validasi Ilmiah Tiga Tahap

Untuk memastikan akurasi temuan, tim peneliti menggunakan pendekatan tiga arah:

  1. Analisis Batuan: Mengekstraksi sterana dari sampel batuan Neoproterozoikum.
  2. Studi Biologi: Menganalisis gen dan kandungan sterol pada spons Demospongiae modern.
  3. Simulasi Laboratorium: Mensintesis senyawa kimia untuk melihat bagaimana molekul tersebut berubah bentuk saat terkubur di bawah tekanan tinggi selama jutaan tahun.

Hasilnya, hanya dua senyawa yang cocok persis dengan sterana C31 yang ditemukan di batuan purba, yang semuanya mengarah pada garis keturunan spons laut.

Implikasi bagi Sejarah Evolusi

Temuan ini membuktikan bahwa spons laut telah ada di Bumi setidaknya 60 juta tahun sebelum munculnya kelompok hewan besar lainnya. Kehadiran mereka di lautan purba kemungkinan besar berperan penting dalam mengubah kimia lautan, menjadikannya lebih kaya oksigen dan layak huni bagi makhluk hidup yang lebih kompleks di masa depan.

Saat ini, tim peneliti berencana untuk memperluas pencarian fosil kimia di wilayah lain guna mempersempit garis waktu kapan tepatnya hewan pertama ini mulai terbentuk dan bagaimana mereka bertahan melewati berbagai perubahan iklim ekstrem di masa lalu.

(MIT News / Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya