Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menciptakan vaksin flu yang tidak perlu diperbarui setiap tahun kini semakin dekat. Sejumlah peneliti melaporkan perkembangan signifikan menuju vaksin influenza universal, yaitu vaksin yang mampu melindungi dari banyak varian virus sekaligus dan bertahan lebih lama dibanding vaksin musiman saat ini.
Terobosan dari Laboratorium
Tim peneliti di Stanford Medicine baru-baru ini mengembangkan vaksin eksperimental berbentuk semprotan hidung. Pendekatan ini berbeda dari vaksin flu konvensional yang umumnya diberikan melalui suntikan dan menargetkan strain tertentu setiap musim.
Dalam uji praklinis pada hewan, vaksin tersebut mampu mengaktifkan dua lini pertahanan tubuh sekaligu yaitu respons imun bawaan (innate) dan respons imun adaptif. Kombinasi ini dinilai penting karena tidak hanya membentuk antibodi spesifik, tetapi juga menciptakan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai virus pernapasan. Hasilnya menunjukkan perlindungan yang bertahan berbulan-bulan, bukan hanya beberapa minggu.
Meski masih dalam tahap awal dan belum diuji luas pada manusia, temuan ini dianggap sebagai langkah besar menuju vaksin yang tidak perlu diperbarui setiap tahun.
Virus influenza terkenal cepat bermutasi. Itulah sebabnya vaksin flu musiman selalu disesuaikan dengan prediksi strain yang akan dominan setiap tahun. Jika prediksi meleset, efektivitas vaksin bisa menurun.
Vaksin universal dirancang dengan pendekatan berbeda. Alih-alih menargetkan bagian virus yang mudah berubah, ilmuwan fokus pada bagian virus yang relatif stabil. Satu vaksin yang bisa melindungi dari banyak jenis influenza A dan B, bahkan berpotensi menghadapi ancaman pandemi baru.
World Health Organization menilai vaksin influenza generasi berikutnya berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa dalam beberapa dekade ke depan. Flu bukan sekadar penyakit musiman ringan. Setiap tahun, ratusan ribu orang di dunia meninggal akibat komplikasi influenza, terutama lansia, anak kecil, dan individu dengan penyakit penyerta.
Jika vaksin universal benar-benar efektif dan tahan lama, dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada sistem kesehatan global. Biaya produksi, distribusi, dan kampanye vaksinasi tahunan bisa ditekan.
Meski hasil awal terlihat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa jalan menuju persetujuan regulatori masih panjang. Uji klinis pada manusia akan menjadi penentu utama, termasuk soal keamanan, efektivitas jangka panjang, dan potensi efek samping.
Peneliti belum sampai pada titik memiliki vaksin flu universal yang siap digunakan luas. Dengan riset yang terus berjalan dan dukungan global yang kuat, dapat menjari target realistis dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: Stanford Medicine, World Health Organization
Meski dinilai tidak separah virus covid-19, namun influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut super flu tetap harus dihindari terutama pada kelompok rentan.
Virus tersebut dikenal dengan nama Influenza D Virus (IDV) dan selama ini banyak ditemukan pada sapi.
Virus ini resisten terhadap beberapa obat flu umum lainnya. Aktivitas polimerase D/HY11 yang tinggi diduga berkaitan dengan efisiensi penularannya antarmamalia.
Virus influenza, termasuk strain H1N1, dapat tetap menular dalam susu mentah yang disimpan dalam suhu pendinginan selama lima hari.
Temukan alasan medis mengapa vaksin influenza wajib diulang setiap tahun. Pahami mutasi virus, penurunan antibodi, dan rekomendasi terbaru WHO 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved