Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Memahami fenomena astronomi seperti Gerhana Bulan Total memerlukan pemahaman tentang beberapa istilah teknis. Berikut adalah panduan glosarium lengkap untuk membantu Anda memahami apa yang terjadi di langit saat fenomena Blood Moon berlangsung.
Syzygy adalah istilah astronomi yang merujuk pada konfigurasi garis lurus antara tiga benda langit. Dalam konteks gerhana bulan, syzygy terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada posisi sejajar dengan Bumi berada di tengah, sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan.
Bayangan Bumi terbagi menjadi dua bagian utama yang menentukan jenis gerhana yang terlihat dari Bumi:
Istilah Blood Moon merujuk pada penampakan Bulan yang berwarna merah tembaga saat fase totalitas. Warna ini muncul akibat kombinasi fenomena fisika berupa Hamburan Rayleigh (Rayleigh Scattering) dan pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Tahukah Anda? Atmosfer Bumi menyaring cahaya biru melalui hamburan Rayleigh, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang dapat menembus atmosfer dan dibiaskan menuju permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan tidak menjadi gelap total, melainkan tampak berwarna merah saat gerhana total berlangsung.
Selenelion adalah fenomena langka ketika Matahari dan Bulan yang sedang mengalami gerhana dapat terlihat secara bersamaan di atas cakrawala. Fenomena ini dimungkinkan karena refraksi atmosfer yang membuat posisi benda langit tampak sedikit lebih tinggi dari posisi geometris sebenarnya.
Para astronom menandai tahapan gerhana menggunakan istilah “kontak”, yang menunjukkan momen masuk dan keluarnya Bulan dari bayangan Bumi:
| Istilah | Penjelasan |
|---|---|
| P1 | Awal gerhana penumbra (Bulan mulai memasuki bayangan luar Bumi). |
| U1 | Awal gerhana sebagian (Bulan mulai memasuki umbra). |
| U2 | Awal totalitas (seluruh Bulan berada di dalam umbra). |
| U3 | Akhir totalitas (Bulan mulai keluar dari umbra). |
| U4 | Akhir gerhana sebagian (Bulan sepenuhnya keluar dari umbra). |
| P4 | Akhir gerhana penumbra (gerhana selesai sepenuhnya). |
Hal ini disebabkan karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Akibatnya, pada sebagian besar fase purnama Bulan berada sedikit di atas atau di bawah bayangan Bumi sehingga gerhana tidak terjadi.
Magnitude gerhana adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar diameter Bulan tertutup oleh bayangan umbra Bumi. Pada Gerhana Bulan Total, nilai magnitudenya selalu lebih besar dari 1,0 karena seluruh permukaan Bulan berada di dalam bayangan inti Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved