Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Wakil Menteri Kebudayaan Dorong Generasi Muda Hadirkan Nilai Budaya dalam Setiap Kegiatan

Despian Nurhidayat
01/3/2026 21:37
Wakil Menteri Kebudayaan Dorong Generasi Muda Hadirkan Nilai Budaya dalam Setiap Kegiatan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, mengajak generasi muda, termasuk profesional yang tergabung dalam Beyond Professional (Bepro), mengintegrasikan nilai budaya dalam setiap kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan daya saing nasional.

“Apapun yang kalian lakukan, jangan pernah melupakan dan selalu menghadirkan nilai budaya di dalamnya,” ungkapnya dalam acara Rapimnas Bepro di Jakarta, dikutip Minggu (1/3). 

Lebih lanjut, menurutnya kebudayaan dapat menjadi instrumen diplomasi lunak sehingga generasi muda diharapkan berperan sebagai kolaborator pemerintah dalam menggelorakan budaya sebagai kebanggaan nasional.

Giring mencontohkan grup pop perempuan No Na yang mempromosikan Indonesia di kancah global melalui karya musiknya.

Ia juga menyinggung animasi “Jumbo” yang dikenal luas dan ditonton melalui platform Netflix sebagai contoh produk kreatif yang membawa identitas Indonesia.

Selain itu, sutradara dan penulis skenario Joko Anwar dinilai berhasil menembus industri film global melalui sejumlah karyanya.

Melalui contoh tersebut, Giring mendorong profesional muda melirik ekonomi berbasis kebudayaan atau cultural economy serta membuka ruang kolaborasi luas dalam pemajuan budaya.

Ia berharap Bepro dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemajuan budaya nasional.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Bepro, Lutfi Dipa, menyampaikan bahwa forum ini merupakan wujud kerja kolektif seluruh pengurus di berbagai daerah. “Rapimnas ini dapat terwujud berkat arahan pimpinan serta masukan konstruktif dari seluruh pengurus Bepro. Ini adalah hasil kolaborasi dan semangat solidaritas yang kuat,” ujarnya.

Selain agenda konsolidasi, acara ini turut menghadirkan presentasi gerakan pendidikan dari Rian Fahardhi melalui inisiatif Sekolah Tanah Air. Dalam pemaparannya, Rian menyoroti kondisi ribuan sekolah di wilayah Sumatra yang terdampak bencana dan mengganggu akses pendidikan ratusan ribu siswa.

Sebagai respons, Sekolah Tanah Air menginisiasi program Sekolah Darurat yang dijalankan melalui tiga fase: tanggap darurat, stabilisasi, dan transisi pemulihan. Tahap awal difokuskan pada tiga titik di Provinsi Aceh dengan menghadirkan tenda belajar, perlengkapan sekolah, dukungan sanitasi, serta pelatihan bagi guru lokal. Program ini menjadi bagian dari gerakan gotong royong 1.000 sekolah yang dimulai dari wilayah barat Indonesia.

“Sekolah darurat bukan sekadar membangun ruang belajar sementara, tetapi menjaga harapan anak-anak Indonesia agar tetap memiliki masa depan,” ujar Rian.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya