Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

13 Dampak Negatif Kerokan yang Perlu Diketahui

Reynaldi Andrian Pamungkas
25/2/2026 23:30
13 Dampak Negatif Kerokan yang Perlu Diketahui
Ilustrasi Kerokan(Pinterest)

KEROKAN adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara menggosok atau menggesek permukaan kulit menggunakan koin atau alat tumpul lain yang diberi minyak.

Di Indonesia, kerokan sering dilakukan saat seseorang merasa masuk angin, pegal, meriang, atau tidak enak badan.

Berikut 13 Dampak Negatif Kerokan yang Perlu Diketahui

1. Iritasi Kulit

Gesekan terlalu keras bisa membuat kulit merah berlebihan dan perih.

2. Luka Lecet

Tekanan kuat dapat menyebabkan kulit lecet atau bahkan berdarah.

3. Memar Berlebihan

Kerokan yang terlalu sering bisa menimbulkan memar dalam waktu lama.

4. Infeksi Kulit

Alat yang tidak bersih bisa membawa bakteri masuk ke pori-pori.

5. Peradangan

Kulit sensitif bisa mengalami bengkak atau nyeri setelah dikerok.

6. Kulit Menjadi Sensitif

Terlalu sering kerokan dapat membuat kulit lebih mudah iritasi.

7. Risiko pada Penderita Gangguan Darah

Orang dengan gangguan pembekuan darah bisa mengalami memar serius.

8. Tidak Mengatasi Penyebab Utama

Kerokan hanya meredakan gejala, bukan menyembuhkan penyakit sebenarnya.

9. Nyeri Otot Bertambah

Jika dilakukan terlalu keras, justru bisa membuat otot makin tegang.

10. Menyebabkan Kulit Kering

Gesekan berulang dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kulit.

11. Risiko pada Anak-anak

Kulit anak lebih tipis sehingga lebih rentan luka dan memar.

12. Reaksi Alergi pada Minyak

Beberapa orang alergi terhadap minyak gosok yang digunakan.

13. Menunda Penanganan Medis

Mengandalkan kerokan bisa membuat seseorang terlambat memeriksakan diri saat sakit serius.

Kerokan boleh saja dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan. Namun, jika keluhan tidak membaik atau disertai demam tinggi, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis. (Z-4)

Sumber: alodokter, klikdokter



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya