Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Mengisi Bulan Ramadan dengan Nyantri di Pesantren Lansia Masjid Agung Demak

Akhmad Safuan
24/2/2026 12:31
Mengisi Bulan Ramadan dengan Nyantri di Pesantren Lansia Masjid Agung Demak
Para Santri di Pesantren Lansia Masjid Agung Demak mengikuti kegiatan di makam Sultan Demak(MI/Akhmad Safuan)

SUARA alunan zikir terdengar menyentuh kalbu ketika dini hari memasuki Kompleks Pemakaman Raja Demak yang berada di Kawasan Masjid Agung Demak, ratusan lanjut usia (lansia) merupakan peserta Pesantren Lansia di bulan Ramadan terlihat khusuk bersila membaca zikir dan beberapa diantaranya meneteskan air mata.

Setelah secara hikmat mengikuti kegiatan di kompleks makam para Sultan Demak seperti Sultan Demak I Raden Abdul Fattah Akbar, Sultan Demak II Raden Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor), Permaisuri Sultan Dewi Murthosimah, ratusan santri lansia kemudian menjalankan maisn sahur bersama.

Kegiatan Pesantren Lansia di Bulan Suci Ramadan di Masjid Agung Demak dilanjutkan dengan ibadah subuh bersama para jemaah lain di masjid peninggalan para wali tersebut, kemudian secara khusuk para santri mendengar tausyiah dari pemuja agama dan pengasuh pesantren secara bergantian.

Cuaca gerimis dan udara dingin menyelimuti Demak pagi itu tidak membuat ratusan santri lansia berkecil hati, raut wajah kegembiraan terpancar ketika mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan lainnya bahkan akan berlangsung hingga akhir Ramadan. "Setelah kegiatan di pagi hari baru kita istirahat di kamar santri yang sudah tersedia hingga waktu sholat Dzuhur," ujar Untoro (68) santri lansia dari Jambi.

Hal serupa juga diungkapkan Uni Lidya, santri lansia dari Semarang, mengaku sangat bergembira dapat mengikuti kegiatan Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak ini, karena tidak hanya dapat pembekalan ilmu agama tetapi juga dapat berkumpul dengan para santri seusianya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Lurah Pesantren Lansia Masjid Agung Demak Zaenuri mengungkapkan program pesantren lansia sudah dilaksanakan selama  10 tahun dengan peserta setiap tahunnya mencapai ratusan orang danbubtukvtahun ini ada 135 santri lansia terdiri dari 30 laki-laki dan 105 perempuan dari berbagai daerah yang datang sejak awal Ramadan.

Pada Program Pesantren Lansia Masjid Agung Demak, lanjut Zaenuri, para santri akan mengikuti berbagai kegiatan spiritual dan bermukim di sinivselama bulan Ramadan. "Karena jumlah kamar santri tersedia terbatas hanya 12 unit, maka setiap tahun kami membatasi jumlah peserta," tambahnya.

Pada Pesantren Lansia tahun ini, ungkap Zaenuri, santri tertua berusia 80 tahun dan terjauh berasal dari luar pulau seperti Jambi, Kalimantan hingga Maluku, tampak antusias mengikuti seluruh program pesantren seperti salat berjemaah, sahur bareng, kultum, semaan, ngaji kitab, hadits, tafsir, buka bersama, terawih, kemudian tadarus.

Bagi peserta Pesantren Lansia Masjid Agung Demak, menurut Zaenuri, tidak dipungut biaya atau gratis karena semua kebutuhan telah disediakan oleh penyelenggara, baik itu bimbingan agama,  logistik,  fasilitas termasuk kamar tidur bersama ber-AC hingga tour mengikuti kegiatan di luar pondok pesantren.

Tradisi pesantren di bulan Ramadan ini, demikian Zaenuri, lahir dari kebiasaan para musafir yang singgah di masjid ketika berziarah ke makam para wali, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Bonang, kemudian untuk memenuhi minat para peziarah fan warga diadakan Pesantren Lansia dengan batasan usia diatas 56 tahun.

“Dari situ kami mengadakan pesantren lansia, meski pesertanya bukan hanya musafir, tetapi juga para lansia yang mendaftar dua pekan sebelum Ramadan secara daring,” kata  Zaenuri.

Menurut Zaenuri di usia tidak muda lagi masih bisa mondok dan belajar agama, merupakan hal yang luar biasa, bahkan mereka sangat khusuk mengikuti setiap kegiatan keagamaan terutama sast mengaji dan mendengarkan tausyiah, meskipun materi diberikan mudah dipahami dan dalam suasananya sangat kekeluargaan.

“Kami ingin para lansia tetap aktif, memiliki semangat ibadah dan merasa bahagia serta  tenang dalam menjalani Puasa Ramadan,” tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya