Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Manfaat Mandi dalam Gelap untuk Tidur Nyenyak: Penjelasan Medis dan Tips

Putri Rosmalia Octaviyani
20/2/2026 23:06
Manfaat Mandi dalam Gelap untuk Tidur Nyenyak: Penjelasan Medis dan Tips
Ilustrasi mandi malam atau dark showering.(Dok. Freepik)

BELAKANGAN ini, media sosial diramaikan dengan tren kesehatan unik yang disebut Dark Showering atau mandi dalam kegelapan. Banyak pengguna mengklaim bahwa mematikan lampu saat mandi malam hari membuat pikiran lebih tenang dan tubuh lebih cepat terlelap. Namun, apakah ini hanya sekadar tren sesaat, atau memang ada penjelasan ilmiah di baliknya?

Para ahli tidur dan neurosains mulai melirik fenomena ini sebagai salah satu metode relaksasi yang efektif. Di tengah gempuran polusi cahaya dari gawai dan lampu LED, mandi dalam gelap menawarkan sesuatu yang jarang didapatkan manusia modern: stimulasi sensorik yang minim.

Apa Itu Dark Showering?

Secara sederhana, dark showering adalah aktivitas mandi di malam hari dengan kondisi lampu kamar mandi dimatikan sepenuhnya atau diredupkan secara signifikan. Alih-alih menggunakan lampu utama yang terang, praktisi tren ini biasanya hanya mengandalkan cahaya remang dari luar ruangan atau lampu tidur kecil berwarna hangat (amber).

Tujuannya bukan sekadar membersihkan tubuh, melainkan menciptakan "kepompong sensorik" yang membantu sistem saraf beralih dari mode waspada ke mode istirahat.

Mengapa Mandi dalam Gelap Efektif untuk Tidur?

Alasan utama mengapa mandi dalam gelap sangat efektif berkaitan dengan dua mekanisme biologis utama: hormon melatonin dan regulasi suhu tubuh.

1. Stimulasi Hormon Melatonin

Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun manusia. Produksinya sangat sensitif terhadap cahaya. Paparan cahaya terang di malam hari, terutama cahaya biru dari lampu dan layar, menghambat pelepasan melatonin. Dengan mandi dalam kegelapan, Anda memberikan sinyal kuat kepada otak untuk mulai memproduksi melatonin lebih awal.

2. Penurunan Suhu Inti Tubuh

Penelitian medis menunjukkan bahwa mandi air hangat sekitar 1 hingga 2 jam sebelum tidur memicu fenomena Water-Based Thermoregulation. Mandi air hangat merangsang aliran darah ke permukaan kulit. Saat Anda selesai mandi, suhu inti tubuh akan turun dengan cepat karena panas dilepaskan ke udara. Penurunan suhu inilah yang menjadi pemicu alami bagi otak untuk merasa mengantuk.

Manfaat Psikologis: Sensory Reset

Secara psikologis, mandi dalam gelap bertindak sebagai bentuk meditasi sederhana. Tanpa gangguan visual, indra peraba dan pendengaran Anda menjadi lebih tajam. Sensasi air yang menyentuh kulit dan suara kucuran air menjadi lebih menenangkan, membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) yang seringkali meningkat setelah seharian bekerja.

Mitos vs Fakta Mandi Malam

Banyak masyarakat masih khawatir mandi malam menyebabkan rematik atau paru-paru basah. Secara medis, rematik adalah penyakit autoimun dan tidak disebabkan oleh air malam. Begitu pula paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi. Selama kondisi tubuh fit dan menggunakan air hangat, mandi malam justru menyehatkan.

Tips Melakukan Mandi dalam Gelap dengan Aman

Meskipun bermanfaat, mandi dalam kegelapan memiliki risiko fisik seperti terpeleset. Berikut adalah tips amannya:

  • Gunakan Lampu Redup: Jangan mematikan lampu 100%. Gunakan lampu tidur berwarna kuning (amber) yang diletakkan di luar area basah sebagai navigasi.
  • Pastikan Lantai Aman: Gunakan keset antislip di dalam kamar mandi untuk menghindari risiko terjatuh.
  • Siapkan Peralatan: Pastikan sabun dan handuk sudah berada di posisi yang mudah dijangkau sebelum lampu dimatikan.
  • Durasi Tepat: Durasi 10-15 menit sudah cukup untuk mendapatkan efek relaksasi tanpa membuat kulit kering.

Kesimpulan

Mandi dalam gelap atau dark showering bukan sekadar tren viral, melainkan praktik yang didukung oleh prinsip kronobiologi. Dengan mengurangi stimulasi visual dan mengatur suhu tubuh, kebiasaan ini bisa menjadi solusi alami bagi Anda yang mengalami gangguan tidur atau stres berlebih. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya