Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Benarkah Anjing Bisa Bicara? Studi Global Ungkap Rahasia di Balik Tombol Suara

Thalatie K Yani
19/2/2026 13:00
Benarkah Anjing Bisa Bicara? Studi Global Ungkap Rahasia di Balik Tombol Suara
Ilustrasi(freepik)

PERNAHKAH Anda menatap mata anjing peliharaan dan bertanya-tanya apa yang sedang mereka pikirkan? Bagi ribuan pemilik hewan di seluruh dunia, jawaban tersebut tidak lagi sekadar tebakan, melainkan melalui serangkaian tombol suara yang bisa ditekan oleh sang hewan.

Fenomena ini bermula pada 2019 ketika Christina Hunger, seorang ahli patologi bahasa dari San Diego, melatih anjingnya, Stella, menggunakan papan suara (soundboard). Stella berhasil mempelajari lebih dari 50 kata dan bahkan mampu menggabungkan hingga lima kata sekaligus. Kisah ini memicu debat di kalangan ilmuwan: apakah anjing benar-benar paham bahasa, atau hanya menekan tombol secara acak?

Riset Komunikasi Hewan Terbesar di Dunia

Menanggapi fenomena tersebut, Federico Rossano, Profesor Ilmu Kognitif dari University of California San Diego (UCSD), meluncurkan Dog Communication Project. Saat ini, riset tersebut melibatkan sekitar 10.000 anjing dan 700 kucing dari 47 negara. Ini adalah studi sains warga (citizen science) terbesar yang pernah dilakukan dalam bidang komunikasi hewan.

Dalam studi ini, keluarga merekam aktivitas hewan mereka di rumah menggunakan kamera. Metode ini memungkinkan hewan tetap berada di lingkungan alami mereka, berbeda dengan laboratorium riset konvensional yang cenderung membuat hewan terisolasi.

Menghindari Efek "Clever Hans"

Tantangan terbesar dalam riset ini adalah menghindari Efek Clever Hans. Sebuah fenomena di mana hewan tampak pintar karena bereaksi terhadap isyarat tubuh manusia yang tidak disadari.

Untuk memastikan validitas data, Rossano merancang pengujian ketat. Dalam beberapa kunjungan rumah, pengaturan dilakukan agar anjing tidak dapat melihat atau merasakan isyarat dari pemiliknya. Tujuannya satu: memastikan apakah anjing benar-benar memahami arti kata tersebut secara mandiri.

Temuan Menarik: Dari Negosiasi hingga Keluhan Sakit

Hasil awal menunjukkan bahwa beberapa anjing memang memahami makna kata. Kombinasi kata seperti "luar" (outside) ditambah "pipis" (potty) muncul lebih sering daripada sekadar kebetulan statistik.

Salah satu momen paling mengesankan terjadi pada Bunny, anjing jenis sheepadoodle yang terkenal dalam studi ini. Suatu hari, ia menekan tombol "marah" (mad), diikuti "sakit" (ouch), "orang asing" (stranger), dan "cakar" (paw). Sang pemilik kemudian menemukan duri tanaman yang menyakitkan tertancap di cakarnya.

"Ini adalah interaksi timbal balik yang telah kami publikasikan," ujar Rossano. "Anda tidak melakukan itu dengan mesin penjual otomatis, bukan? Jika Anda menekan angka '27' dan tidak mendapatkan keripik, Anda tidak akan menekan tombol lain secara acak dengan harapan mendapatkan keripik tersebut."

Beberapa anjing bahkan mulai bernegosiasi. Ketika seorang pemilik menjawab "nanti" untuk permintaan ke taman, sang anjing dengan tegas menekan tombol "sekarang".

Memahami Kecerdasan Sahabat Bulu

Meskipun sebagian besar anjing dalam studi ini hanya menguasai rata-rata sembilan tombol, ada sekitar 65 anjing yang secara rutin menggunakan 100 tombol atau lebih untuk berkomunikasi.

"Seekor anjing tetaplah anjing, bukan anak kecil. Namun, itu tidak berarti mereka tidak memiliki kemampuan kognitif yang menyerupai kemampuan kognitif anak kecil," jelas Rossano.

Ia menambahkan, "Jika memang demikian, kita harus mengetahuinya karena mungkin hal itu akan membuat kita berperilaku berbeda dan merawat kesejahteraan mereka dengan cara yang berbeda pula."

Jika anjing terbukti memahami lebih banyak hal daripada yang kita duga, praktik perawatan hewan di masa depan bisa berubah total. Hal itu meningkatkan kesejahteraan, mengurangi frustrasi, dan memperkuat ikatan antara manusia dan sahabat terbaiknya. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya