Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Gejala Kanker Usus Besar Usia Muda: Penyebab dan Deteksi Dini

 Gana Buana
17/2/2026 22:20
Gejala Kanker Usus Besar Usia Muda: Penyebab dan Deteksi Dini
Waspadai tren kenaikan kanker usus besar pada Gen Z & Milenial.(Freepik)

SELAMA berdekade-dekade, kanker usus besar atau kanker kolorektal dianggap sebagai "penyakit orang tua" yang umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, memasuki tahun 2026, data medis menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: lonjakan kasus yang signifikan pada kelompok usia 20-an dan 30-an.

Fenomena ini menjadikan kanker usus besar sebagai salah satu pembunuh utama di kalangan dewasa muda. Di Indonesia, angka kejadian pada usia di bawah 40 tahun bahkan mencapai 30%, jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju yang berada di angka 10%.

Masalah utamanya adalah keterlambatan diagnosis karena banyak Gen Z dan Milenial yang mengabaikan gejala awal karena merasa tubuh mereka masih bugar.

Mengapa Kanker Usus Besar Menyerang Usia Muda?

Para ahli medis menyoroti bahwa 90% faktor risiko kanker dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Beberapa pemicu utama di usia muda meliputi:

  • Konsumsi Makanan Ultra-Proses (UPF): Diet tinggi daging merah olahan (sosis, kornet), minuman manis, dan makanan dengan pemanis buatan meningkatkan risiko polip usus.
  • Gaya Hidup Sedenter: Kurangnya aktivitas fisik karena durasi duduk yang terlalu lama di depan gawai.
  • Peradangan Kronis: Studi terbaru menunjukkan pengerasan jaringan usus akibat peradangan kronis dapat memicu mutasi sel lebih cepat pada pasien muda.
  • Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan sindrom Lynch atau FAP memberikan risiko lebih tinggi.

Apa Saja Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan?

Berikut adalah tanda peringatan yang sering kali dianggap remeh atau disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa:

1. Perubahan Kebiasaan BAB

Diare atau sembelit yang berlangsung lebih dari dua minggu tanpa alasan jelas adalah sinyal waspada yang paling sering diabaikan.

2. Darah pada Feses (Sering Disangka Wasir)

Darah terkait kanker usus seringkali berwarna lebih gelap atau bercampur di dalam kotoran. Sekitar 90% pasien muda awalnya menduga mereka hanya menderita wasir.

3. Bentuk Feses Mengecil (Pencil Stool)

Jika secara konsisten feses terlihat sangat tipis dan panjang seperti pensil, ini menunjukkan adanya penyempitan di usus besar akibat massa tumor.

Practical Checklist: Perbedaan Wasir vs Kanker Usus

Gejala Wasir (Ambeien) Kanker Usus Besar
Warna Darah Merah terang, biasanya menetes. Merah gelap/bercampur feses.
Nyeri Perih atau gatal di area anus. Kram atau nyeri tumpul di perut.
Bentuk Feses Umumnya normal. Mengecil (seperti pensil) menetap.

Langkah Deteksi Dini dan Pencegahan

Jangan menunggu hingga usia 45 atau 50 tahun jika Anda memiliki gejala atau riwayat keluarga. Skrining adalah kunci utama:

  • Tes FIT (Fecal Immunochemical Test): Tes mandiri untuk mendeteksi darah samar dalam tinja.
  • Kolonoskopi: Prosedur emas untuk melihat langsung kondisi usus dan mengangkat polip sebelum berubah menjadi kanker.
  • Gaya Hidup Sehat: Kurangi makanan industri, tingkatkan asupan serat, dan rutin berolahraga untuk menjaga mikrobioma usus.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apakah kanker usus besar pada usia muda bisa sembuh? Ya, jika terdeteksi dini (Stadium I atau II), peluang pulih sangat besar.
  • Apakah wasir bisa berubah menjadi kanker? Tidak, namun gejalanya sering menutupi keberadaan kanker usus.
  • Kapan saya harus mulai skrining? Disarankan mulai usia 45 tahun, atau lebih awal jika ada riwayat keluarga dan gejala.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya