Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA berdekade-dekade, kanker usus besar atau kanker kolorektal dianggap sebagai "penyakit orang tua" yang umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, data medis terbaru di tahun 2026 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: lonjakan kasus yang signifikan pada kelompok usia 20-an dan 30-an.
Fenomena ini menjadikan kanker usus besar sebagai salah satu pembunuh utama di kalangan dewasa muda. Masalahnya, banyak Gen Z dan Milenial yang cenderung mengabaikan gejala awal karena merasa tubuh mereka masih bugar.
Padahal, deteksi dini pada stadium awal memiliki tingkat kesembuhan yang jauh lebih tinggi.
Para ahli menunjuk pada perubahan gaya hidup drastis dalam dua dekade terakhir. Konsumsi makanan ultra-proses (UPF) yang tinggi, kurangnya asupan serat, hingga gaya hidup sedenter (terlalu banyak duduk di depan layar) menjadi pemicu utama peradangan kronis pada usus. Selain itu, paparan polutan lingkungan dan perubahan mikrobioma usus sejak usia dini turut mempercepat risiko ini.
Berikut adalah tujuh tanda peringatan yang sering kali dianggap remeh oleh generasi muda:
Banyak yang menganggap diare atau sembelit hanya karena "salah makan". Namun, jika perubahan pola buang air besar (BAB) ini berlangsung lebih dari dua minggu tanpa alasan jelas, ini bisa menjadi indikasi adanya hambatan di saluran usus.
Perhatikan bentuk feses Anda. Jika secara konsisten feses terlihat sangat tipis dan panjang seperti pensil, ini menunjukkan adanya penyempitan di usus besar akibat massa tumor yang mulai tumbuh.
Ini adalah jebakan paling umum bagi usia muda. Banyak yang mengira darah saat BAB adalah akibat ambeien atau wasir karena terlalu lama duduk. Darah terkait kanker usus seringkali berwarna lebih gelap atau bercampur di dalam kotoran, bukan sekadar menetes di luar.
Rasa tidak nyaman, kembung, atau kram perut yang terjadi terus-menerus sering kali dianggap sebagai gejala maag atau GERD. Jika nyeri ini disertai rasa penuh meski belum makan banyak, segera lakukan pemeriksaan.
Kanker usus sering menyebabkan perdarahan internal yang tidak terlihat secara kasat mata. Akibatnya, penderita mengalami anemia defisiensi besi yang membuat tubuh terasa sangat lemas, pucat, dan mudah lelah meskipun sudah cukup tidur.
Pernah merasa ingin BAB lagi padahal baru saja keluar dari kamar mandi? Sensasi "ganjal" atau tidak tuntas ini terjadi karena tumor di ujung usus besar (rektum) memberikan sinyal palsu pada saraf bahwa masih ada kotoran yang harus dikeluarkan.
Jika berat badan Anda turun secara signifikan (lebih dari 5% dalam 6 bulan) tanpa melakukan olahraga berat atau program diet, ini adalah tanda bahwa sel kanker sedang menguras energi dan nutrisi tubuh Anda secara paksa.
| Karakteristik | Wasir (Ambeien) | Kanker Usus Besar |
|---|---|---|
| Warna Darah | Merah terang, biasanya menetes. | Merah gelap atau bercampur dalam feses. |
| Nyeri | Perih/gatal di area anus. | Kram/nyeri tumpul di perut dalam. |
| Bentuk Feses | Umumnya normal. | Mengecil (seperti pensil) menetap. |
Jangan menunggu hingga gejala menjadi parah. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus, skrining sebaiknya dilakukan lebih awal. Prosedur Kolonoskopi tetap menjadi standar emas (gold standard) karena dokter dapat melihat langsung kondisi usus dan bahkan mengangkat polip (bakal kanker) sebelum berubah menjadi ganas.
Waspadai tren kenaikan kanker usus besar pada Gen Z & Milenial. Kenali gejala yang sering diabaikan, penyebab utama, hingga langkah deteksi dini.
Waspadai tren kenaikan kanker usus besar pada Gen Z & Milenial. Kenali gejala yang sering diabaikan, penyebab utama, hingga langkah deteksi dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved