Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Perkuat Ekosistem Medical Tourism Nasional dari Hulu hingga Hilir

Despian Nurhidayat
17/2/2026 18:55
Perkuat Ekosistem Medical Tourism Nasional dari Hulu hingga Hilir
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Bank Mandiri, dan InJourney Aviation Services (IAS) meluncurkan layanan medical tourism terintegrasi pertama di Indonesia yang menghubungkan layanan kesehatan, perbankan digital, dan pendampingan perjalanan udara dalam satu ekosistem terpadu di Bali International Hospital (BIH). Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat ekosistem BUMN sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.

Senior Vice President Retail Deposit Product Solution Bank Mandiri Rudi Nugraha menjelaskan bahwa integrasi layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses paket Medical Check-Up (MCU) di BIH secara digital melalui satu platform dengan dukungan basis pengguna Livin’ by Mandiri yang telah melampaui 37,2 juta pada akhir 2025 lalu. Rudi menambahkan, untuk dapat menikmati kemudahan tersebut, nasabah cukup mengakses fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, memilih paket MCU di BIH, menentukan jadwal, serta menyelesaikan transaksi secara digital sebelum memperoleh konfirmasi dan panduan perjalanan.

“Melalui fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, kami terus menghadirkan solusi gaya hidup yang bernilai tambah bagi nasabah. Integrasi layanan MCU Premium Bali International Hospital dengan VIP Airport Assistant Joumpa merupakan langkah strategis untuk memberikan pengalaman layanan yang seamless, nyaman, dan terintegrasi end-to-end dalam satu platform digital,” ujar Rudi Nugraha.

Setelah pemesanan terkonfirmasi, rangkaian layanan berlanjut pada aspek perjalanan melalui layanan Joumpa IAS setibanya di Bandara Ngurah Rai, mulai dari penyambutan, asistensi bagasi, fast track, hingga transportasi menuju BIH. Hal ini menghadirkan pengalaman end-to-end yang efisien dan nyaman bagi pasien maupun pendamping selama proses perjalanan medis berlangsung.

Sementara itu, Direktur Komersial IHC Harmeni Wijaya menjelaskan, kesiapan fasilitas dan standar layanan BIH menjadi fondasi utama dalam penguatan daya saing medical tourism nasional. Sebagai bagian dari rumah sakit di bawah naungan IHC, BIH berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEK) Sanur dan menjadi pusat layanan program ini dengan fasilitas 255 tempat tidur, delapan kamar operasi, 38 ruang ICU, dan empat cath lab.

Rumah sakit bertaraf internasional ini diperkuat teknologi MRI 3.0 Tesla, CT 256-slice, PET-CT, Varian TrueBeam, dan SagiNova Brachytherapy, serta kolaborasi global bersama SingHealth (Singapura), ICON Cancer Centre (Australia), Innoquest & Pathology Asia, hingga Sapporo Cardiovascular Clinic (Jepang). Program ini turut diperkuat jaringan IHC yang mencakup 38 rumah sakit dan 72 klinik di seluruh Indonesia guna memastikan kesinambungan layanan pasca pemeriksaan.

“Inisiatif ini menjadi upaya dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar medical tourism regional. Dengan fasilitas BIH yang berstandar global serta layanan terintegrasi sejak proses reservasi hingga pemeriksaan, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis premium,” ujar Harmeni Wijaya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis menegaskan peran strategis IAS dalam mendukung konektivitas dan hospitality layanan medis. Sebagai bagian dari ekosistem aviasi nasional, IAS memastikan pengalaman pasien dan pendamping berlangsung seamless sejak tiba di bandara hingga menuju fasilitas kesehatan. Melalui layanan Joumpa, IAS menghadirkan asistensi personal mulai dari penyambutan, fast track, pengelolaan bagasi, hingga transportasi menuju Bali International Hospital.

"Kami percaya, kenyamanan perjalanan merupakan bagian penting dari proses pemulihan dan kualitas layanan kesehatan itu sendiri. Kolaborasi strategis bersama IHC dan Bank Mandiri ini menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung positioning Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi medical tourism berstandar global,” tegas Muchdian Muchlis.

Kolaborasi IHC, Bank Mandiri, dan IAS ini diproyeksikan menjadi model sinergi BUMN dalam membangun ekosistem medical tourism nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Integrasi layanan kesehatan, keuangan digital, dan konektivitas aviasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis layanan medis secara berkelanjutan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya