Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Overdosis dan Kekerasan Jadi Ancaman Maut Utama Ibu Hamil di AS

Thalatie K Yani
17/2/2026 14:00
Overdosis dan Kekerasan Jadi Ancaman Maut Utama Ibu Hamil di AS
Ilustrasi(Unsplash)

SELAMA ini, risiko medis seperti penyakit kardiovaskular atau pendarahan dianggap sebagai ancaman terbesar bagi keselamatan ibu selama dan setelah masa kehamilan. Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine mengungkap fakta mengejutkan, overdosis obat yang tidak disengaja, pembunuhan, dan bunuh diri kini menjadi penyebab utama kematian ibu di Amerika Serikat.

Penelitian yang dipimpin Hooman Azad dari Columbia University Irving Medical Center (CUIMC) ini melacak data dari tahun 2018 hingga 2023. Hasilnya menunjukkan overdosis menempati urutan pertama, diikuti secara ketat oleh kasus pembunuhan dan bunuh diri. Tren ini menggeser komplikasi obstetri tradisional yang selama ini menjadi fokus utama rumah sakit.

Mengapa Angka Ini Sering Terlewatkan?

Salah satu alasan mengapa ancaman kekerasan dan kecanduan jarang masuk dalam prioritas medis adalah definisi federal tentang "kematian ibu". Secara tradisional, kematian ibu didefinisikan sebagai peristiwa yang terjadi dalam 42 hari setelah kehamilan karena penyebab terkait kehamilan, namun mengecualikan peristiwa insidental seperti overdosis atau kekerasan.

Akibatnya, laporan publik sering kali menekankan pada pencegahan pendarahan hebat (hemoragi), sementara isu penyalahgunaan zat dan kekerasan dalam rumah tangga terabaikan.

Statistik Mengerikan: Senjata Api dan Overdosis

Data menunjukkan bahwa overdosis obat yang tidak disengaja menyebabkan 1.152 kematian, atau sekitar 5,2 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini setara dengan tingkat kedaruratan medis mayor dalam kehamilan.

Sementara itu, kekerasan menyebabkan 866 kematian. Penggunaan senjata api menjadi faktor krusial, di mana 77% kasus pembunuhan dan 39% kasus bunuh diri melibatkan senjata api. Hal ini menempatkan akses terhadap senjata sebagai pusat dari strategi pencegahan yang selama ini belum terakomodasi dalam daftar periksa klinik medis biasa.

Kesenjangan Ras dan Usia

Studi ini juga menyoroti adanya kesenjangan yang signifikan berdasarkan latar belakang ras. Pembunuhan lebih sering dialami oleh perempuan kulit hitam non-Hispanik, terutama pada rentang usia 15 hingga 24 tahun. Di sisi lain, kasus overdosis dan bunuh diri lebih menonjol di kalangan perempuan kulit putih non-Hispanik.

Menariknya, lebih dari separuh kematian akibat overdosis dan kekerasan terjadi justru sebelum bayi lahir. Hal ini memberikan peluang bagi penyedia layanan kesehatan untuk mendeteksi tanda bahaya selama kunjungan rutin pranatal (prenatal care).

Refokus pada Perawatan Multidisiplin

Hooman Azad menekankan bahwa sudah saatnya sistem kesehatan memperluas radar mereka. Fokus yang hanya tertuju pada hipertensi dan pendarahan akan meninggalkan banyak nyawa yang sebenarnya bisa diselamatkan melalui bantuan kesehatan mental dan layanan sosial.

"Overdosis dan kekerasan biasanya tidak ada dalam radar kita saat memikirkan pendekatan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu, tetapi peristiwa ini jauh lebih umum terjadi dibandingkan yang kita kira," ujar Azad.

Ia menambahkan, "Kami memiliki kesempatan untuk memfokuskan kembali upaya kami dalam mencegah overdosis obat dan kekerasan dengan perawatan multidisiplin yang mencakup rujukan ke perawatan kesehatan mental dan layanan sosial sepanjang kehamilan." (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik