Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAMIKA adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari gerak benda dengan memperhatikan penyebabnya, yaitu gaya. Berbeda dengan kinematika yang hanya membahas lintasan gerak, dinamika menggali lebih dalam tentang mengapa sebuah benda bisa bergerak, berhenti, atau berubah arah.
Bagi siswa SMA, materi ini merupakan pilar utama yang akan terus muncul dalam ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi. Mau lebih lanjut? Berikut penjabarannya,
Landasan utama dinamika adalah tiga hukum gerak yang dirumuskan oleh Sir Isaac Newton. Memahami ketiga hukum ini bukan sekadar menghafal rumus, melainkan memahami fenomena di sekitar kita.
Hukum I Newton, atau sering disebut Hukum Inersia (Kelembaman), menyatakan bahwa jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan.
Rumus: ΣF = 0
Contoh nyata adalah saat Anda berada di dalam mobil yang direm mendadak, tubuh Anda akan terdorong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mempertahankan keadaan geraknya.
Hukum II Newton menjelaskan hubungan antara gaya, massa, dan percepatan. Bunyinya: Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.
Rumus Utama: F = m . a
Di mana F adalah gaya (Newton), m adalah massa (kg), dan a adalah percepatan (m/s²). Dalam soal-soal SMA, tantangannya sering kali terletak pada mencari resultan gaya dari berbagai arah.
Hukum III Newton menyatakan bahwa untuk setiap aksi, selalu ada reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Penting untuk diingat bahwa gaya aksi dan reaksi bekerja pada dua benda yang berbeda, sehingga tidak saling meniadakan.
Rumus: F aksi = -F reaksi
Dalam mengerjakan soal dinamika, Anda harus mampu mengidentifikasi berbagai gaya yang bekerja pada sebuah sistem:
Soal: Balok bermassa 5 kg diletakkan di atas lantai licin. Jika balok ditarik dengan gaya horizontal sebesar 20 N, berapakah percepatan yang dialami balok tersebut?
Pembahasan:
Diketahui:
m = 5 kg
F = 20 N
Ditanya: a?
Jawab:
Menggunakan Hukum II Newton:
F = m . a
20 = 5 . a
a = 20 / 5
a = 4 m/s²
Jadi, percepatan balok tersebut adalah 4 m/s².
Untuk memudahkan Anda dalam mengerjakan soal-soal fisika yang kompleks, gunakan langkah-langkah berikut:
| Langkah | Deskripsi Kerja |
|---|---|
| 1. Gambar Diagram Gaya | Lukiskan semua panah gaya (W, N, F, f) pada benda. |
| 2. Tentukan Sumbu | Gunakan sumbu X untuk arah gerak dan Y untuk arah tegak lurus. |
| 3. Terapkan Rumus | ΣF = m.a untuk sumbu percepatan, ΣF = 0 untuk sumbu diam. |
| 4. Cek Satuan | Pastikan massa dalam kg dan gaya dalam Newton. |
1. Apakah massa dan berat itu sama?
Tidak. Massa adalah jumlah materi (kg), sedangkan berat adalah gaya tarik gravitasi (N) yang nilainya bisa berubah tergantung lokasi.
2. Kapan kita menggunakan ΣF = 0?
Saat benda diam atau bergerak dengan kecepatan tetap (GLB).
3. Apa itu gaya gesek kinetis?
Gaya gesek yang bekerja saat benda sudah dalam keadaan bergerak.
Dinamika fisika SMA adalah tentang memahami interaksi gaya. Dengan menguasai konsep dasar Hukum Newton dan rajin berlatih menganalisis diagram gaya, materi ini tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved