Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FISIKA sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan karena banyaknya rumus yang harus dihafal. Namun, dalam materi Kinematika, kunci utamanya bukanlah menghafal, melainkan memahami pola gerak. Kinematika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda tanpa mempedulikan penyebab gerak tersebut (gaya).
Di jenjang SMA, pemahaman yang kuat tentang Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah fondasi utama untuk menguasai bab-bab selanjutnya seperti Dinamika, Usaha, dan Energi. Artikel ini akan membedah tuntas rumus kinematika beserta strategi pengerjaan soal agar Anda siap menghadapi ujian sekolah maupun seleksi masuk PTN 2026.
Sebelum masuk ke rumus, Anda harus bisa membedakan dua konsep yang sering tertukar dalam soal-soal ujian:
GLB terjadi ketika sebuah benda bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap (konstan). Artinya, percepatan benda adalah nol (a = 0).
Keterangan:
s = Jarak atau Perpindahan (meter)
v = Kecepatan (m/s)
t = Waktu (sekon)
Pada GLBB, benda mengalami perubahan kecepatan secara teratur karena adanya percepatan (a) yang konstan. Ini adalah materi yang paling sering muncul dalam ujian nasional maupun tes masuk universitas.
| Kondisi | Rumus |
|---|---|
| Tanpa Jarak (s) | vt = v0 + (a × t) |
| Tanpa Kecepatan Akhir (vt) | s = (v0 × t) + (½ × a × t2) |
| Tanpa Waktu (t) | vt2 = v02 + (2 × a × s) |
Siswa sering merasa bingung menentukan rumus mana yang harus digunakan. Gunakan strategi Variabel yang Hilang untuk mempermudah:
Gerak vertikal adalah aplikasi GLBB di mana percepatan yang digunakan adalah percepatan gravitasi bumi (g ≈ 10 m/s2).
Soal: Suatu sepeda motor mula-mula diam, lalu dipercepat 2 m/s selama 10 detik. Berapakah jarak yang ditempuh?
Jawaban:
Diketahui: v0 = 0, a = 2, t = 10.
Menggunakan rumus s = v0.t + ½.a.t2
s = 0.10 + ½.2.(10)2
s = 0 + 100 = 100 meter.
Soal: Suatu mobil mula-mula diam, kemudian dipercepat beraturan hingga kecepatannya menjadi 20 m/s dalam waktu 5 detik. Berapakah jarak yang ditempuh mobil tersebut?
Diketahui:
v0 = 0 (diam)
vt = 20 m/s
t = 5 s
Langkah 1: Cari percepatan (a)
a = (vt - v0) / t
a = (20 - 0) / 5 = 4 m/s2
Langkah 2: Cari jarak (s)
s = (v0 x t) + (1/2 x a x t2)
s = (0 x 5) + (1/2 x 4 x 52)
s = 0 + (2 x 25) = 50 meter.
Identifikasi variabel yang diketahui (v0, vt, s, a, t).
Perhatikan satuan (pastikan sudah dalam SI, misal km/jam diubah ke m/s).
Tentukan jenis gerak (GLB atau GLBB).
Pilih rumus berdasarkan variabel yang ditanyakan.
Gambar sketsa sederhana jika soal melibatkan dua benda yang bertemu atau berkejaran.
1. Apa perbedaan utama GLB dan GLBB?
GLB memiliki kecepatan konstan (a=0), sedangkan GLBB memiliki percepatan konstan.
2. Berapa nilai gravitasi yang sering digunakan dalam soal SMA?
Biasanya menggunakan g = 10 m/s2 untuk memudahkan perhitungan, kecuali soal menentukan g = 9,8 m/s2.
3. Apakah percepatan bisa bernilai negatif?
Ya, percepatan negatif disebut perlambatan, terjadi saat benda mengerem atau bergerak ke atas melawan gravitasi.
4. Apakah kelajuan dan kecepatan selalu sama?
Hanya sama jika benda bergerak lurus searah dan tidak berbalik arah.
5. Apa itu Gerak Vertikal ke Bawah?
Gerak benda yang dilempar ke bawah dengan kecepatan awal (v0 tidak sama dengan nol).
6. Berapa nilai gravitasi yang digunakan di SMA?
Umumnya 10 m/s2 untuk mempermudah perhitungan, kecuali disebutkan lain dalam soal.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Cara mudah memahami besaran pokok, turunan, dan dimensi Fisika SMA. Dilengkapi tabel terbaru dan trik analisis dimensi untuk persiapan ujian 2026.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Panduan lengkap optik geometri lensa. Pelajari rumus jarak fokus, kekuatan lensa (dioptri), sinar istimewa, hingga pembahasan soal fisika kelas 11.
Dua matematikawan, Claudia Fevola dan Anna-Laura Sattelberger, memperkenalkan konsep positive geometry untuk menjelaskan perilaku partikel hingga kosmos.
PERNYATAAN CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini yang menyatakan pentingnya penguasaan ilmu fisika, ramai menjadi perbincangan di ruang publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved