Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Akses Penglihatan bagi Anak Katarak Kongenital Disorot di Forum Nasional

Akmal Fauzi
13/2/2026 22:33
Akses Penglihatan bagi Anak Katarak Kongenital Disorot di Forum Nasional
Alexander F. Kurniawan, CEO Optik Tunggal, bersama Hendra Soeprajitno, Editor in Chief Fortune Indonesia, dalam seremoni penyerahan penghargaan Change the World 2025 pada rangkaian Fortune Indonesia Summit 2026 di The Westin Hotel, Jakarta, Kamis (12/2/202(Istimewa)

DI tengah masih terbatasnya layanan vision care anak, khususnya untuk kasus dengan kebutuhan khusus, Optik Tunggal menilai perlunya peran aktif industri dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Salah satu inisiatif tersebut adalah Program 2025 Kacamata Katarak Kongenital Optik Tunggal, yang terpilih sebagai salah satu dari 26 perusahaan dalam ajang Fortune Indonesia Summit 2026 – Change the World 2025 pada 12 Februari 2026 di The Westin Hotel, Jakarta.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan anak-anak pascaoperasi katarak kongenital yang memerlukan kacamata dengan spesifikasi khusus dan tidak dapat dipenuhi melalui produk optik standar. 

Pelaksanaannya dilakukan melalui sistem layanan terintegrasi, mulai dari pemeriksaan oleh Refraksionis Optisien (RO) profesional, produksi lensa khusus oleh ZEISS, hingga distribusi kepada keluarga prasejahtera sebagai penerima manfaat.

Seluruh proses memanfaatkan kompetensi inti Optik Tunggal sebagai penyedia layanan vision care, sehingga kualitas layanan tetap terjaga secara konsisten. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan anak penerima manfaat hingga usia maksimal 12 tahun, selama tidak dilakukan penanaman lensa intraokular (Intraocular Lens/IOL). 

Pendekatan ini bertujuan memastikan kebutuhan koreksi penglihatan anak dapat terus disesuaikan seiring pertumbuhan.

CEO Optik Tunggal, Alexander F. Kurniawan, menyampaikan bahwa program ini berkembang dari inisiatif awal pada 2017 menjadi gerakan berskala nasional. Menurutnya, masih terdapat anak yang telah menjalani tindakan medis mata seperti katarak kongenital, namun belum memperoleh dukungan lanjutan yang memadai, terutama pada fase pascaoperasi.

"Kami memandang akses penglihatan anak bukan sebagai aktivitas filantropi, melainkan sebagai tanggung jawab industri vision care. Program ini dibangun dari kompetensi inti Optik Tunggal dan dijalankan secara berkelanjutan, sehingga dampak sosial dan nilai bisnis dapat tumbuh bersama," ujar Alexander.

Penghargaan Change the World 2025 diberikan dalam rangkaian Fortune Indonesia Summit 2026, sebuah forum yang mempertemukan pemimpin bisnis, pejabat publik, investor, serta tokoh lintas sektor. Forum ini menjadi ruang apresiasi sekaligus diskusi mengenai praktik bisnis berdampak di Indonesia, yang diinisiasi oleh Fortune Indonesia sebagai media bisnis global.

Perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga medis, institusi kesehatan, komunitas, hingga mitra industri. Kolaborasi dinilai penting untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan dampak layanan vision care anak di Indonesia. 

“Pengakuan dari Fortune Indonesia menjadi pengingat bahwa bisnis yang relevan adalah bisnis yang mampu menjawab tantangan nyata masyarakat. Bagi kami, memastikan anak-anak dapat melihat dengan layak berarti menjaga kualitas hidup dan potensi generasi berikutnya. Melihat mereka senyum pertama kali saat memakai kacamata merupakan rasa bahagia tidak ternilai, dan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari kebahagiaan tersebut,” kata Alexander. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya