Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KATARAK selama ini kerap identik dengan penyakit mata pada usia lanjut. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Katarak juga dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga dewasa muda akibat berbagai faktor risiko yang berbeda dari katarak terkait penuaan.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga mengganggu masuknya cahaya ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram, warna tampak pudar, dan sensitivitas terhadap cahaya meningkat. Jika tidak ditangani dengan tepat, katarak dapat menurunkan kualitas hidup bahkan menyebabkan kebutaan.
Secara medis, katarak terjadi akibat kerusakan dan penggumpalan protein di dalam lensa mata. Pada lansia, kondisi ini umumnya disebabkan oleh proses degeneratif seiring bertambahnya usia. Namun pada usia muda, termasuk bayi, katarak dapat muncul karena penyebab lain.
Salah satu jenisnya adalah katarak kongenital, yakni katarak yang sudah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini dapat dipicu oleh faktor genetik, infeksi selama kehamilan seperti rubella, atau gangguan metabolik. Jika tidak ditangani sejak dini, katarak kongenital berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
Selain faktor bawaan, terdapat sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko katarak pada usia muda, antara lain trauma mata, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit sistemik, paparan radiasi atau sinar ultraviolet (UV) berlebih, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Gejala katarak dapat berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari, terutama pada usia muda. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi penglihatan kabur atau buram, silau saat melihat cahaya terang, penglihatan ganda pada satu mata, kesulitan melihat di malam hari, warna tampak pudar atau kekuningan, serta sering berganti resep kacamata tanpa hasil optimal.
Lebih lanjut, masih banyak masyarakat yang menganggap katarak hanya terjadi pada orang tua, sehingga katarak pada usia muda kerap terlambat terdiagnosis. Padahal, deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan jangka panjang, terutama pada bayi dan anak-anak.
Masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata jika mengalami keluhan penglihatan yang tidak biasa atau memiliki faktor risiko tertentu.
Beberapa langkah pencegahan katarak yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kacamata pelindung dari sinar UV, mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes, menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol, serta mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan ikan. Pemeriksaan mata secara rutin juga dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.
Hingga saat ini, operasi katarak menjadi satu-satunya terapi efektif untuk mengatasi kondisi ini. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan atau intraocular lens. Operasi katarak tergolong aman, berlangsung singkat, dan umumnya memberikan hasil penglihatan yang baik.
Pada kasus katarak usia muda, terutama katarak kongenital dan traumatik, diperlukan pengawasan dan perawatan lanjutan yang lebih ketat untuk mencegah komplikasi dan memastikan fungsi penglihatan optimal.
Dengan pemahaman yang tepat, katarak dapat dikenali dan ditangani sejak dini. Katarak bukan hanya penyakit lansia, melainkan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi. Kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mata dan kualitas penglihatan sepanjang usia. (H-2)
Robbie Williams mengaku penglihatannya memburuk setelah memakai obat penurun berat badan Mounjaro.
Studi menyebut penyandang strabismus riskan terserang gangguan mental 10 persen lebih tinggi.
Jangan abaikan jika Anda sering merasa kelelahan, sakit kepala berat, atau mengalami gangguan penglihatan tanpa sebab yang jelas.
Anak yang sering menyipitkan mata saat membaca, duduk terlalu dekat dengan televisi, serta mengeluh cepat lelah ketika melihat jauh kemungkinan mengalami gangguan penglihatan.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengungkapkan data menunjukkan bahwa 5%–10% anak usia prasekolah dan sekitar 25% anak usia sekolah mengalami gangguan penglihatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved