Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA langit selalu menjadi daya tarik bagi penduduk Bumi, terutama saat Matahari seolah menghilang di siang hari. Pada tahun 2026 ini, perhatian dunia tertuju pada peristiwa Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 17 Februari.
Namun, banyak orang masih bingung membedakan antara Gerhana Matahari Cincin (GMC) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Mengapa GMC dianggap jauh lebih langka dan spektakuler daripada GMS?
Perbedaan utamanya terletak pada cakupan piringan Bulan terhadap Matahari. Pada gerhana cincin, Bulan berada di titik terjauh sehingga tampak lebih kecil dan membentuk "cincin api". Pada gerhana sebagian, Matahari hanya tertutup sebagian karena posisi Bulan, Bumi, dan Matahari tidak sejajar sempurna.
Kunci dari Gerhana Matahari Cincin terletak pada jarak antara Bumi dan Bulan. Bulan mengorbit Bumi dalam jalur elips, yang berarti ada saat di mana ia berada di titik terdekat (Perigee) dan titik terjauh (Apogee).
GMC terjadi ketika Bulan berada di sekitar titik Apogee. Karena posisinya yang jauh, ukuran piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari. Akibatnya, saat sejajar, Bulan tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari, menyisakan pinggiran bercahaya yang kita kenal sebagai Ring of Fire atau Cincin Api.
Berbeda dengan GMC yang memerlukan keselarasan presisi, Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari tidak benar-benar berada dalam satu garis lurus. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, Bulan hanya terlihat menutupi sebagian kecil atau besar piringan Matahari, seolah-olah Matahari sedang "tergigit".
Secara teknis, perbedaan ini ditentukan oleh jenis bayangan yang jatuh ke permukaan Bumi:
| Karakteristik | Gerhana Matahari Cincin (GMC) | Gerhana Matahari Sebagian (GMS) |
|---|---|---|
| Penampakan Visual | Lingkaran cahaya (Ring of Fire) | Matahari tampak "tergigit" |
| Jenis Bayangan | Antumbra | Penumbra |
| Posisi Bulan | Di titik terjauh (Apogee) | Tidak sejajar sempurna |
| Kelangkaan | Sangat Jarang | Lebih Sering Terjadi |
Pada 17 Februari 2026, jalur Gerhana Matahari Cincin melewati wilayah Antarktika dan Samudra Hindia bagian selatan. Sayangnya, wilayah Indonesia tidak dilalui oleh jalur antumbra maupun penumbra pada tanggal tersebut. Namun, jangan berkecil hati bagi para pecinta astronomi di tanah air.
Masyarakat Indonesia dapat menantikan fenomena Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang akan terlihat dengan jelas di seluruh nusantara sebagai "pengganti" peristiwa gerhana matahari yang tidak terlihat di awal tahun ini.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan: Jangan pernah melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan mata yang memadai. Intensitas cahaya Matahari tetap tinggi dan dapat merusak retina secara permanen (Solar Retinopathy). Gunakan kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 atau filter ND5 untuk teleskop dan kamera.
Gerhana Matahari Cincin adalah bukti nyata betapa presisinya mekanika benda langit. Kelangkaannya dibandingkan Gerhana Matahari Sebagian menjadikannya salah satu fenomena yang paling dinanti. Meskipun di Februari 2026 ini Indonesia tidak kebagian jalur "Cincin Api", pemahaman akan fenomena ini membantu kita lebih menghargai keajaiban alam semesta.
1. Apakah Gerhana Matahari Cincin membuat langit menjadi gelap total?
Tidak. Langit hanya akan meredup seperti kondisi senja, namun tidak akan gelap gulita seperti saat Gerhana Matahari Total.
2. Mengapa suhu udara turun saat gerhana?
Penurunan suhu terjadi karena radiasi panas dari Matahari yang mencapai permukaan Bumi terhalang oleh piringan Bulan, meskipun hanya untuk beberapa menit.
3. Apakah aman melihat gerhana dengan kacamata hitam biasa?
Sangat tidak aman. Kacamata hitam biasa tidak memiliki filter yang cukup kuat untuk menahan radiasi infra merah dan ultra violet dari Matahari yang dapat membutakan mata. (Z-10)
Pahami perbedaan gerhana matahari total, cincin, dan sebagian. Pelajari proses terjadinya, penyebab ilmiah, dan cara aman mengamatinya secara mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved