Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Pendidikan Vokasi Didorong jadi Instrumen Strategis Siapkan Generasi Muda Pertanian

Rahmatul Fajri
02/2/2026 19:37
Pendidikan Vokasi Didorong jadi Instrumen Strategis Siapkan Generasi Muda Pertanian
Ilustrasi(Dok istimewa)

BADAN Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melaksanakan launching dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (30/1).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat regenerasi petani nasional melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, anak petani perlu didorong untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi. Ia mengatakan BPPSDMP mendorong pendidikan vokasi pertanian sebagai fondasi pembangunan pertanian masa depan.

"Penguatan sumber daya manusia pertanian merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Pembangunan pertanian tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi harus ditopang oleh SDM pertanian yang terdidik, terampil, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika global," kata Amran melalui keterangannya, Senin (2/2).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga persoalan regenerasi pelaku utama. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Idha.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, Polbangtan dan PEPI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru dengan rencana kuota sebanyak 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian. Kebijakan PMB tahun ini memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam mendorong regenerasi petani dan penguatan pelaku utama pertanian.

Selain itu, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan.

Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital pada laman resmi pmb.pusdiktan.id, dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, serta wawancara.

BPPSDMP mengajak Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota, SMK pertanian dan SMK-PP, penyuluh pertanian, serta mitra dunia usaha dan dunia industri untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan PMB Polbangtan dan PEPI Tahun Akademik 2026/2027.

Melalui pelaksanaan PMB ini, BPPSDMP menargetkan lahirnya generasi muda pertanian yang tidak hanya kompeten dan terampil, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun pertanian Indonesia secara berkelanjutan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya