Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mengatasi Keterputusan Spiritual, CONNECT 2026 Soroti Tantangan Masyarakat Modern

Basuki Eka Purnama
24/1/2026 19:58
Mengatasi Keterputusan Spiritual, CONNECT 2026 Soroti Tantangan Masyarakat Modern
CONNECT 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 24–25 Januari 2026.(MI/HO)

PERUBAHAN sosial yang berlangsung cepat di era modern tidak hanya membawa kemajuan, tetapi juga memicu kegelisahan akibat keterputusan individu dengan nilai-nilai spiritual. Fenomena inilah yang menjadi fokus utama dalam perhelatan CONNECT 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 24–25 Januari 2026.

Diselenggarakan oleh The Strong Minor Project, forum keagamaan ini mengangkat tema Modern Struggles sebagai representasi dari dinamika kehidupan masyarakat urban saat ini. 

Melalui rangkaian diskusi, para narasumber menyoroti berbagai persoalan pelik, mulai dari tekanan sosial, krisis identitas, hingga kelelahan mental yang berdampak langsung pada cara individu memaknai hidup dan relasi sosialnya.

CEO The Strong Minor Project, Ratna Galih, menjelaskan bahwa tingginya tuntutan produktivitas sering kali membuat orang merasa terasing. 

"Di era yang serba cepat, banyak orang merasa terputus, baik dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, maupun dengan nilai spiritual. Kondisi ini berdampak pada cara seseorang memaknai hidup dan perannya di masyarakat," ujarnya di sela kegiatan, Sabtu (24/1).

Dialog Kontekstual dan Pendekatan Holistik

Untuk menjawab tantangan tersebut, CONNECT 2026 menghadirkan barisan ulama internasional seperti Mufti Menk, Syeikh Assim Al-Hakeem, Shaykh Wael Ibrahim, dan Dr. Muhammad Salah. 

Sementara dari dalam negeri, hadir Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, Ustaz Abduh Tuasikal, serta Ustaz Sidqi Zimah.

Para narasumber menekankan bahwa pendekatan keagamaan saat ini tidak boleh hanya bersifat normatif, tetapi harus kontekstual dengan realitas. 

Hal ini tercermin dari pembahasan mengenai kesehatan mental, peran keluarga, hingga tanggung jawab sosial yang dipandang sebagai satu kesatuan praktik ibadah yang utuh.

Selain diskusi panel di panggung utama, acara ini menyediakan ruang yang lebih intim melalui Sofa Chat Session. Format ini memungkinkan peserta berbagi pengalaman personal dan kegelisahan yang mungkin sulit diungkapkan di ruang publik.

Keseimbangan Hidup dan Literasi Keuangan

Menariknya, CONNECT 2026 juga mengintegrasikan aspek gaya hidup sebagai bagian dari spiritualitas. Kegiatan seperti Fun Run dan kehadiran ruang seni menegaskan bahwa menjaga kesehatan fisik merupakan bentuk tanggung jawab kepada Sang Pencipta. 

Di sisi lain, area bazar menjadi ruang muamalah yang mempertemukan komunitas dengan pelaku usaha Muslim.

Sektor ekonomi syariah pun turut ambil bagian. Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, menyatakan pentingnya literasi keuangan syariah untuk memperkuat ketahanan umat. Menurutnya, nilai syariah bersifat universal, mencakup aspek keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan.

Sebagai upaya regenerasi, program School Student Special Visit dilibatkan untuk menumbuhkan profesionalisme dan tanggung jawab sosial pada generasi muda. 

Melalui forum kolektif ini, CONNECT 2026 menegaskan bahwa tantangan zaman tidak bisa dihadapi sendirian; diperlukan ruang dialog agar nilai spiritual tetap relevan menjadi penopang hidup di tengah perubahan zaman. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya