Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengetahui nama lain hari kiamat merupakan bagian fundamental dalam memahami dan mengimani Rukun Iman yang kelima, yaitu Iman kepada Hari Akhir. Dalam ajaran Islam, hari kiamat bukan sekadar peristiwa hancurnya alam semesta, melainkan sebuah proses panjang yang memiliki berbagai fase dan keadaan. Oleh karena itu, Al-Qur'an menyebutkan peristiwa ini dengan berbagai nama yang berbeda. Setiap nama yang disematkan memiliki makna spesifik yang menggambarkan dahsyatnya kejadian, sifat, atau tahapan yang akan dilalui oleh manusia pada hari tersebut.
Para ulama menjelaskan bahwa banyaknya nama untuk satu peristiwa menunjukkan betapa besar dan agungnya peristiwa tersebut. Dengan memahami nama-nama ini, seorang muslim diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan dan mempersiapkan bekal amal saleh sebaik mungkin sebelum hari itu tiba. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai nama-nama lain hari kiamat yang termaktub dalam Al-Qur'an.
Nama yang paling umum dan sering didengar adalah Yaumul Akhir. Nama ini menegaskan bahwa tidak ada hari lagi setelah hari tersebut bagi kehidupan duniawi. Segala urusan dunia berakhir dan manusia memasuki fase kehidupan yang abadi.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 8:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Artinya: "Dan di antara manusia ada yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,' padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman."
Yaumul Ba'ats bermakna hari kebangkitan, yaitu saat di mana seluruh manusia yang telah mati sejak zaman Nabi Adam AS hingga manusia terakhir dibangkitkan kembali dari kuburnya oleh Allah SWT. Pada hari ini, ruh akan kembali menyatu dengan jasad untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hal ini dijelaskan dalam Surat Ar-Rum ayat 56:
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir): 'Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).'"
Salah satu tahapan yang paling menegangkan adalah Yaumul Hisab. Ini adalah hari di mana segala amal perbuatan manusia, sekecil apapun, akan dihitung dan diperlihatkan. Tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari perhitungan Allah SWT.
Allah berfirman dalam Surat Shad ayat 26:
إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."
Nama ini sering kita baca dalam surat Al-Fatihah, yakni Maliki Yaumid Din. Yaumul Din berarti hari pembalasan agama, di mana setiap manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal sesuai dengan ketaatan mereka terhadap syariat agama semasa hidup.
Tercantum dalam Surat Al-Fatihah ayat 4:
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Artinya: "Pemilik hari pembalasan."
Al-Qur'an sering menggunakan kata As-Sa'ah untuk merujuk pada kiamat. Secara bahasa artinya adalah "jam" atau "waktu", namun dalam konteks akidah, ini merujuk pada waktu yang telah ditetapkan Allah untuk kehancuran alam semesta yang datangnya secara tiba-tiba.
Disebutkan dalam Surat Ghafir ayat 59:
إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: "Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."
Dinamakan Yaumul Hasrah karena pada hari itu orang-orang kafir dan para pendosa akan merasakan penyesalan yang sangat mendalam atas kelalaian mereka di dunia. Namun, penyesalan pada hari tersebut sudah tidak lagi berguna.
Allah SWT memperingatkan dalam Surat Maryam ayat 39:
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya: "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman."
Nama ini menggambarkan kedahsyatan suara dan guncangan hari kiamat yang menggebrak hati manusia dengan ketakutan yang luar biasa. Nama ini juga menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur'an.
Lihat Surat Al-Qari'ah ayat 1-3:
الْقَارِعَةُ * مَا الْقَارِعَةُ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
Artinya: "Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?"
Al-Waqi'ah menekankan pada kepastian terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang bisa mencegah atau mendustakan kejadian tersebut ketika waktunya telah tiba.
Terdapat dalam Surat Al-Waqi'ah ayat 1-2:
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ * لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ
Artinya: "Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya."
Pada hari ini, Allah SWT akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya antara yang hak dan yang batil, serta antara orang yang beriman dan orang kafir. Inilah hari pemisahan yang nyata.
Disebutkan dalam Surat Ad-Dukhan ayat 40:
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ
Artinya: "Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya."
Yaumul Jama' bermakna hari di mana seluruh umat manusia, jin, dan makhluk lainnya dikumpulkan di Padang Mahsyar tanpa terkecuali untuk menghadap Sang Pencipta.
Allah berfirman dalam Surat Ash-Shura ayat 7:
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ
Artinya: "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya."
Nama ini menggambarkan kiamat sebagai malapetaka yang sangat besar, yang melampaui segala bencana yang pernah terjadi di dunia. Tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah SWT.
Tercantum dalam Surat An-Nazi'at ayat 34:
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ
Artinya: "Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang."
Nama Al-Haqqah menunjukkan bahwa kiamat adalah kebenaran yang mutlak. Segala janji dan ancaman Allah yang terkait dengan hari tersebut akan terbukti nyata.
Lihat Surat Al-Haqqah ayat 1-3:
الْحَاقَّةُ * مَا الْحَاقَّةُ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
Artinya: "Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?"
Ini adalah hari terlaksananya ancaman Allah bagi orang-orang yang ingkar. Bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah, hari ini adalah realisasi dari peringatan yang selama ini mereka abaikan.
Disebutkan dalam Surat Qaf ayat 20:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ
Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan."
Setelah melewati hisab dan mizan, manusia akan masuk ke surga atau neraka. Fase ini disebut Yaumul Khulud karena kehidupan di sana bersifat abadi dan kekal selamanya.
Allah berfirman dalam Surat Qaf ayat 34:
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ
Artinya: "Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan."
Pada hari ini, akan terlihat jelas kerugian orang-orang kafir yang menukar akhirat dengan dunia, dan keuntungan orang beriman. Segala kesalahan dan penipuan diri sendiri selama di dunia akan terungkap.
Lihat Surat At-Taghabun ayat 9:
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ
Artinya: "(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan."
Selain nama-nama di atas yang memiliki dalil spesifik yang kuat, terdapat pula istilah lain yang merujuk pada kondisi kiamat, seperti:
Memahami berbagai nama lain hari kiamat ini hendaknya membuat kita semakin mawas diri. Setiap nama mengandung peringatan agar kita tidak terlena dengan kehidupan dunia yang sementara. Semoga kita termasuk golongan yang diselamatkan Allah SWT pada hari yang dahsyat tersebut. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved