Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
Hari akhir atau kiamat adalah sebuah kepastian yang wajib diimani oleh setiap muslim sebagai bagian dari Rukun Iman yang kelima. Meskipun waktu pastinya hanya diketahui oleh Allah SWT, Rasulullah SAW telah mengabarkan berbagai tanda tanda kiamat kubra (kiamat besar) yang akan mendahului kehancuran alam semesta ini.
Memahami tanda-tanda ini bukan hanya sekadar wawasan, melainkan peringatan agar umat manusia senantiasa mempersiapkan diri dengan amal saleh.
Dalam eskatologi Islam, tanda kiamat dibagi menjadi dua: Sugra (kecil) yang sudah banyak terjadi di sekitar kita, dan Kubra (besar) yang merupakan fenomena luar biasa yang mengubah tatanan hukum alam. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai tanda-tanda kiamat besar berdasarkan dalil-dalil yang sahih.
Baca juga: Pengertian Kiamat Sugra dan Kubra serta Tanda-Tandanya
Sebelum membahas tanda-tanda besar, penting untuk membedakannya dengan tanda-tanda kecil. Kiamat sugra sering kali berupa kerusakan moral, bencana alam, dan kematian yang merupakan kiamat bagi individu.
Sedangkan kiamat kubra adalah rangkaian peristiwa dahsyat yang terjadi secara berurutan dalam waktu yang relatif singkat sebelum sangkakala ditiup.
Rujukan utama mengenai tanda-tanda besar ini terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. Beliau berkata:
"Nabi SAW datang kepada kami dan kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya: 'Apa yang sedang kalian bicarakan?' Kami menjawab: 'Kami sedang membicarakan hari kiamat.' Beliau bersabda: 'Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya.'"
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai 10 tanda tersebut:
Baca juga: Pengertian Hari Kiamat Menurut Islam dan Tanda-Tandanya
Tanda pertama adalah munculnya Dukhan atau kabut asap tebal yang menyelimuti bumi. Kabut ini akan mengakibatkan manusia merasa sesak napas dan ketakutan yang luar biasa. Hal ini telah diperingatkan Allah SWT dalam Al-Qur'an melalui Surat Ad-Dukhan ayat 10-11:
فَٱرْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ . يَغْشَى ٱلنَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."
Dajjal adalah sosok pendusta besar yang akan membawa fitnah terbesar dalam sejarah manusia. Ia memiliki kemampuan supranatural atas izin Allah untuk menguji keimanan manusia.
Dajjal akan mengaku sebagai tuhan dan membawa 'surga' dan 'neraka' buatannya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berlindung dari fitnah Dajjal dengan menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahf.
Baca juga: Kiamat Sugra Pengertian dan Tanda-Tandanya yang Harus Diketahui
Setelah Dajjal membuat kerusakan di muka bumi, Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa AS. Beliau akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus. Misi utama Nabi Isa di akhir zaman adalah membunuh Dajjal, mematahkan salib, membunuh babi, dan menegakkan syariat Islam. Hal ini menegaskan firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 159 bahwa Ahli Kitab akan beriman kepadanya sebelum kematiannya.
Ya'juj dan Ma'juj adalah dua suku atau kaum yang memiliki kekuatan fisik luar biasa dan jumlah yang sangat banyak. Mereka akan turun dari tempat-tempat yang tinggi dan membuat kerusakan di bumi serta meminum air danau hingga kering. Keluarnya mereka dijelaskan dalam Surat Al-Anbiya ayat 96:
حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ
Artinya: "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."
Baca juga: Enam Rukun Iman dan Penjelasannya
Ini adalah tanda yang menandai tertutupnya pintu taubat. Ketika matahari terbit dari tempat terbenamnya, iman seseorang yang belum beriman sebelumnya tidak lagi bermanfaat. Fenomena ini merupakan perubahan drastis hukum alam semesta atas kehendak Allah SWT.
Setelah matahari terbit dari barat, akan keluar seekor hewan melata dari dalam bumi yang dapat berbicara kepada manusia. Hewan ini akan memberikan tanda pada wajah manusia untuk membedakan antara orang beriman dan orang kafir. Hal ini termaktub dalam Surat An-Naml ayat 82:
وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ
Artinya: "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
Baca juga: Rukun Iman Landasan Kepercayaan dalam Islam
Akan terjadi tiga penyerapan bumi atau gempa besar yang menenggelamkan daratan (longsor raksasa/likuefaksi) di tiga lokasi berbeda:
Tanda terakhir adalah keluarnya api besar dari arah Yaman, tepatnya dari jurang Aden. Api ini akan menggiring manusia menuju tempat berkumpul mereka (Mahsyar). Api ini akan senantiasa menyertai manusia; ketika mereka berhenti (tidur/istirahat), api itu pun berhenti, dan ketika mereka berjalan, api itu terus menggiring mereka.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Mengetahui tanda tanda kiamat kubra bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk meningkatkan ketakwaan. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Hajj ayat 7, bahwa hari kiamat itu pasti datang dan tidak ada keraguan padanya.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, bertaubat dengan sungguh-sungguh (Taubatan Nasuha), dan senantiasa berdoa agar diwafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah sebelum masa-masa sulit tersebut datang.
Kiamat sugra adalah kiamat kecil yang terjadi pada setiap individu saat meninggal dunia. Ketahui pengertian, tanda-tanda, dan dalil Al-Qur'an serta hadits shahih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved