Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Arti Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Medis hingga Mitos

mediaindonesia.com
20/1/2026 10:59
Arti Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Medis hingga Mitos
Ilustrasi(Freepik)

Fenomena Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas: Antara Fakta Kesehatan dan Kepercayaan Rakyat

Hampir setiap orang pasti pernah merasakan sensasi berdenyut pada area wajah, khususnya kedutan kelopak mata kiri atas. Fenomena ini seringkali muncul secara tiba-tiba dan hilang dengan sendirinya, namun tak jarang pula berlangsung dalam durasi yang cukup lama hingga mengganggu kenyamanan. Di tengah masyarakat Indonesia, kondisi ini seringkali dikaitkan dengan berbagai pertanda atau firasat, baik itu kabar baik maupun buruk. Namun, dari kacamata medis, tubuh sebenarnya sedang mengirimkan sinyal tertentu terkait kondisi fisik Anda.

Secara umum, kedutan pada mata dalam istilah medis dikenal sebagai myokymia. Ini adalah kejang otot repetitif pada kelopak mata yang terjadi di luar kendali (involunter). Meskipun seringkali tidak berbahaya, memahami penyebab mendasar dari kedutan kelopak mata kiri atas sangat penting untuk menentukan apakah Anda hanya perlu istirahat atau memerlukan penanganan dokter. Artikel ini akan mengupas tuntas fenomena tersebut dari perspektif medis yang objektif hingga kacamata budaya (Primbon Jawa) yang masih dipercaya banyak orang.

Penyebab Kedutan Mata Kiri Atas Secara Medis

Dunia kedokteran melihat kedutan sebagai respon fisiologis tubuh terhadap gaya hidup atau kondisi neurologis ringan. Berikut adalah beberapa pemicu utama mengapa kelopak mata kiri atas Anda bergerak sendiri:

  • Kelelahan dan Kurang Tidur: Ini adalah penyebab paling umum. Otot mata adalah salah satu otot yang paling aktif di tubuh. Ketika tubuh kurang istirahat, otot-otot di sekitar mata dapat mengalami kejang ringan atau spasme.
  • Stres Fisik dan Mental: Saat tubuh berada di bawah tekanan atau stres tinggi, produksi hormon kortisol meningkat dan sistem saraf menjadi lebih reaktif, yang seringkali bermanifestasi sebagai kedutan pada area wajah.
  • Konsumsi Kafein dan Alkohol Berlebih: Zat stimulan seperti kafein yang terdapat dalam kopi, teh, atau minuman bersoda dapat meningkatkan denyut jantung dan metabolisme, yang juga memicu aktivitas berlebih pada otot mata.
  • Mata Kering (Dry Eyes): Penggunaan gawai (komputer atau smartphone) dalam waktu lama dapat mengurangi frekuensi berkedip, menyebabkan mata kering, iritasi, dan berujung pada kedutan.
  • Kekurangan Nutrisi: Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya kekurangan magnesium, sering dikaitkan dengan masalah kejang otot, termasuk pada kelopak mata.

Arti Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas Menurut Primbon Jawa

Terlepas dari penjelasan logis dunia medis, budaya Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan Primbon Jawa. Dalam literasi budaya ini, tubuh dianggap memiliki kepekaan untuk menangkap sinyal alam semesta mengenai peristiwa yang akan terjadi. Berbeda dengan kedutan di bagian tubuh lain yang mungkin bermakna negatif, kedutan kelopak mata kiri atas umumnya diasosiasikan dengan pertanda baik atau keberuntungan.

Berikut adalah beberapa interpretasi populer menurut Primbon Jawa:

  1. Akan Bertemu Seseorang yang Dirindukan: Konon, jika kelopak mata kiri atas berkedut, ini adalah isyarat bahwa Anda akan segera berjumpa dengan sanak saudara jauh atau kekasih yang sudah lama tidak bertemu.
  2. Mendapatkan Rezeki Tak Terduga: Mitos ini sangat populer, di mana kedutan di area ini dianggap sebagai sinyal akan datangnya keuntungan materi atau rezeki yang tidak disangka-sangka arahnya.
  3. Mendapat Kabar Gembira: Selain materi, kedutan ini juga sering diartikan sebagai firasat akan datangnya berita yang menyenangkan hati, bisa berupa kelulusan, promosi jabatan, atau kabar baik dari keluarga.

Kapan Harus Waspada dan Menghubungi Dokter?

Meskipun mayoritas kasus kedutan adalah benign essential blepharospasm (jinak), ada kondisi di mana kedutan kelopak mata kiri atas menjadi indikator masalah kesehatan yang lebih serius. Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau saraf jika mengalami gejala berikut:

  • Kedutan tidak hilang selama beberapa minggu.
  • Kelopak mata menutup sepenuhnya setiap kali berkedut, yang menyulitkan Anda untuk melihat.
  • Kedutan menyebar ke bagian wajah lain (misalnya pipi atau sudut bibir), yang bisa menjadi tanda hemifacial spasm.
  • Mata menjadi merah, bengkak, atau mengeluarkan kotoran secara tidak wajar.
  • Kelopak mata atas turun (ptosis) secara permanen.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Jika kedutan yang Anda alami bersifat ringan dan disebabkan oleh gaya hidup, Anda dapat melakukan langkah-langkah mandiri untuk menghentikannya:

Pertama, lakukan kompres hangat pada mata yang berkedut. Suhu hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot mata yang tegang. Kedua, kurangi screen time atau waktu menatap layar. Terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki). Ketiga, perbaiki kualitas tidur Anda dan pastikan tubuh terhidrasi dengan baik.

Kesimpulannya, arti kedutan kelopak mata kiri atas dapat dilihat dari dua sisi. Secara medis, ini adalah alarm agar Anda beristirahat dan memperbaiki gaya hidup. Sementara secara budaya, ini bisa dianggap sebagai harapan positif akan kabar baik. Apapun yang Anda percayai, menjaga kesehatan mata tetaplah prioritas utama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya