Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Belakangan ini, istilah atau ungkapan till jannah artinya sering kali kita jumpai di berbagai platform media sosial, undangan pernikahan, hingga ucapan selamat untuk pasangan pengantin baru. Frasa ini menjadi semacam doa dan harapan tertinggi bagi setiap pasangan Muslim yang mendambakan kelanggengan hubungan. Namun, apa sebenarnya makna mendalam di balik kata-kata tersebut? Secara harfiah, frasa ini merupakan gabungan dari bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Kata "Till" (atau 'Until') dalam bahasa Inggris berarti "sampai" atau "hingga". Sementara itu, "Jannah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "Surga". Jadi, secara sederhana, till jannah artinya adalah "sampai ke surga". Ungkapan ini merepresentasikan visi pernikahan dalam Islam yang tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan duniawi semata, melainkan sebuah ikatan suci yang diharapkan terus berlanjut hingga kehidupan yang abadi di akhirat kelak.
Konsep ini sangat berbeda dengan ungkapan Barat "Till death do us part" (sampai maut memisahkan kita). Dalam Islam, kematian bukanlah akhir dari hubungan suami istri. Kematian hanyalah gerbang perpindahan alam, di mana jika keduanya beriman dan beramal saleh, mereka memiliki peluang besar untuk dipertemukan kembali sebagai pasangan suami istri di dalam surga Allah SWT.
Harapan untuk bersama pasangan hingga ke surga bukanlah sekadar angan-angan kosong atau romantisme belaka. Allah SWT telah menjanjikan hal tersebut di dalam Al-Qur'an. Konsep reuni keluarga dan pasangan di surga dijelaskan secara gamblang dalam beberapa ayat suci. Hal ini menjadi landasan teologis mengapa seorang Muslim harus bercita-cita memiliki rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Salah satu dalil yang menguatkan bahwa suami istri dapat masuk surga bersama-sama terdapat dalam Surat Az-Zukhruf ayat 70. Allah SWT berfirman:
ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ تُحْبَرُونَ
Artinya: "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istrimu, (dalam keadaan) digembirakan." (QS. Az-Zukhruf: 70)
Ayat ini memberikan kabar gembira bahwa orang-orang yang beriman akan dipersilakan masuk ke dalam surga bersama pasangan hidup mereka di dunia, selama keduanya sama-sama memegang teguh iman dan Islam. Di sana, mereka akan merasakan kegembiraan dan kenikmatan yang tidak pernah terputus.
Selain itu, Allah SWT juga menjamin bahwa keturunan dan keluarga orang-orang beriman akan dikumpulkan kembali. Hal ini tercantum dalam Surat At-Tur ayat 21:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Artinya: "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. At-Tur: 21)
Menginginkan hubungan yang langgeng hingga ke surga tentu memerlukan usaha yang keras. Surga adalah tempat yang suci, dan hanya orang-orang yang layak yang dapat memasukinya. Berikut adalah beberapa syarat dan karakteristik pasangan yang bisa mewujudkan till jannah:
Pondasi utama adalah iman. Tidak mungkin seseorang masuk surga tanpa tiket keimanan. Oleh karena itu, syarat mutlak agar bisa berkumpul kembali dengan pasangan di akhirat adalah keduanya harus meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Inilah mengapa dalam Islam, memilih pasangan yang seiman dan saleh/salehah adalah prioritas utama.
Pasangan yang berorientasi akhirat tidak hanya saling memuji penampilan fisik, tetapi saling mengingatkan tentang kewajiban agama. Suami mengajak istri salat berjamaah, istri mengingatkan suami untuk mencari nafkah yang halal, dan keduanya saling mendukung dalam menuntut ilmu agama. Saling menasihati dalam kesabaran dan kebenaran adalah kunci rumah tangga yang berkah.
Perjalanan menuju surga tidaklah mulus. Akan ada kerikil tajam berupa konflik, kekurangan ekonomi, atau masalah karakter pasangan. Kunci untuk tetap bersama adalah kesabaran. Memaafkan kesalahan pasangan dan bersabar atas kekurangannya adalah ladang pahala yang besar yang dapat mengantarkan keduanya ke surga.
Selain berikhtiar dengan memperbaiki hubungan dan amal ibadah, senjata utama orang mukmin adalah doa. Salah satu doa yang paling masyhur untuk memohon pasangan dan keturunan yang menyejukkan hati serta menjadi pemimpin bagi orang bertakwa terdapat dalam Surat Al-Furqan ayat 74:
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: "Dan orang orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan: 74)
Doa ini sebaiknya rutin diamalkan setiap selesai salat fardu atau di waktu-waktu mustajab doa, dengan harapan Allah SWT menjaga keutuhan rumah tangga tidak hanya di dunia yang fana ini, tetapi juga kekal di akhirat nanti.
Istilah till jannah artinya bukan sekadar tagar kekinian di media sosial. Ia mengandung filosofi hidup yang mendalam bagi seorang Muslim. Ia adalah visi misi pernikahan yang melampaui batas usia dan waktu. Mencintai pasangan karena Allah dan berjuang bersama untuk mendapatkan ridha-Nya adalah esensi dari cinta sejati yang sesungguhnya.
Semoga kita semua dikaruniai pasangan yang bisa menjadi sahabat taat dalam perjalanan hidup di dunia, dan dipertemukan kembali di surga-Nya kelak. Aamiin.
till Jannah artinya apa? Temukan makna ungkapan viral di media sosial, asal-usul, dan penggunaannya dalam konteks cinta dan harapan.
Pelajari makna till Jannah dan langkah meraih surga dalam Islam dengan panduan Al-Qur'an dan Hadits. Menuju Jannah bersama!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved