Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan benar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Salah satu hukum dasar yang wajib dikuasai dalam ilmu tajwid adalah hukum Nun Mati (Nun Sukun) dan Tanwin. Dalam konteks ini, pembahasan mengenai huruf izhar menjadi sangat krusial. Secara bahasa, Izhar artinya jelas atau terang. Sedangkan menurut istilah ilmu tajwid, izhar adalah melafalkan huruf-huruf tertentu dengan jelas tanpa disertai dengung (ghunnah) apabila bertemu dengan Nun Sukun (نْ) atau Tanwin (ً ٌ ٍ).
Banyak pembaca pemula sering tertukar antara hukum Izhar dengan hukum tajwid lainnya seperti Ikhfa atau Idgham. Kesalahan dalam melafalkan huruf izhar dapat mengubah makna ayat atau setidaknya mengurangi kesempurnaan bacaan. Oleh karena itu, mengenali karakteristik dan makhraj (tempat keluar) huruf-huruf ini adalah langkah awal menuju bacaan yang fasih.
Jenis izhar yang paling utama berkaitan dengan Nun Mati dan Tanwin disebut dengan Izhar Halqi. Disebut Halqi karena keenam huruf tersebut keluar dari tenggorokan (Al-Halq). Apabila Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf ini, maka bunyi 'N' harus dibaca jelas, pendek, dan tidak didengungkan.
Berikut adalah keenam huruf izhar halqi beserta pembagian tempat keluarnya di tenggorokan:
Agar lebih memahami cara bacanya, berikut adalah contoh-contoh konkret pertemuan Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf izhar dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Perhatikan teks Arab berikut untuk mempraktikkan bacaan yang benar.
Contoh ini dapat ditemukan dalam Surat Al-Baqarah, di mana terdapat pertemuan antara Tanwin dengan Hamzah.
وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ
Pada potongan ayat di atas (atau contoh serupa seperti "kullun aamana"), bunyi tanwin atau nun mati dibaca jelas memisah dengan huruf Hamzah.
Contoh pertemuan Tanwin dengan huruf Ha kecil (Ha) dapat dilihat pada Surat Al-Qari'ah ayat 11:
نَـارٌ حَـامِيَهٌ
Bacaan latinnya adalah "Naarun haamiyah". Tanwin pada kata Naarun bertemu dengan Ha, sehingga bunyi 'run' dibaca jelas tanpa samar.
Contoh pertemuan Nun Sukun dengan huruf Kha terdapat dalam Surat Al-Falaq ayat 2:
مِنْ شَرِّ مَـا خَلَقَ
Perhatikan kata "Min syarri" (ini Ikhfa), namun jika kita mencari contoh Kha, kita bisa melihat pada frasa "Min khairin" di surat lain. Namun pada Al-Falaq, fokus utama sering pada Ikhfa dan Qalqalah. Contoh spesifik Izhar Kha adalah pada kalimat "Man khashiya" atau "Min khauf" di surat Quraisy.
Salah satu contoh populer terdapat dalam Surat Al-Ghashiyah ayat 5:
تُسْقَى٨ مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ
Pada lafaz "Min 'ainin", Nun sukun bertemu dengan 'Ain, maka dibaca jelas: Min-'ai-nin.
Selain Izhar Halqi, dalam ilmu tajwid juga dikenal istilah Izhar Syafawi. Meskipun sama-sama mengandung kata "Izhar" (jelas), keduanya memiliki perbedaan mendasar:
Untuk dapat melafalkan huruf izhar dengan sempurna, Anda perlu melatih Makharijul Huruf (tempat keluarnya huruf) secara konsisten. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Memahami huruf izhar adalah fondasi penting dalam membaca Al-Qur'an. Dengan mempraktikkan hukum bacaan ini secara benar, kita tidak hanya menjaga keaslian bunyi wahyu Allah SWT, tetapi juga menyempurnakan ibadah kita melalui bacaan yang tartil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved