Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Apa Itu Deskripsi? Pengertian, Ciri, Struktur, dan Jenisnya

Irvan Sihombing
19/1/2026 15:09
Apa Itu Deskripsi? Pengertian, Ciri, Struktur, dan Jenisnya
Ilustrasi(Antara)

Dalam dunia literasi dan penulisan, istilah deskripsi merupakan salah satu konsep dasar yang wajib dipahami. Banyak orang bertanya, apa itu deskripsi? Secara etimologis, kata deskripsi berasal dari bahasa Latin, yakni describere yang memiliki arti menggambarkan atau memberikan penjelasan mengenai sesuatu hal. Dalam konteks yang lebih luas, deskripsi adalah bentuk karangan atau tulisan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga pembaca dapat merasakan citraan (imaji) dari apa yang ditulis.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai definisi, tujuan, ciri-ciri, struktur, hingga jenis-jenis teks deskripsi secara mendalam. Pemahaman ini sangat penting tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi penulis profesional yang ingin menyajikan konten yang hidup dan menggugah imajinasi pembaca.

Pengertian Deskripsi Menurut Para Ahli dan KBBI

Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu deskripsi, kita perlu merujuk pada definisi baku dan pendapat para ahli bahasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deskripsi diartikan sebagai pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Tujuannya adalah agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, mencium, atau merasakan apa yang dilukiskan.

Sementara itu, ahli bahasa Gorys Keraf mendefinisikan deskripsi sebagai suatu tulisan yang bertalian dengan usaha penulis untuk memindahkan kesan-kesan, hasil pengamatan, dan perasaannya kepada pembaca. Penulis berusaha menyampaikan sifat dan semua perincian wujud yang dapat ditemukan pada objek tersebut.

Tujuan Utama Penulisan Deskripsi

Setiap bentuk tulisan memiliki tujuan spesifik, begitu pula dengan deskripsi. Tujuan utama dari teks deskripsi adalah untuk merinci atau menggambarkan objek dari sudut pandang penulis agar pembaca dapat merasakan pengalaman yang sama. Berikut adalah beberapa tujuan spesifiknya:

  • Memberikan pengalaman indrawi: Membuat pembaca seolah-olah melihat, mendengar, mengecap, atau meraba objek yang dideskripsikan.
  • Menjelaskan identitas objek: Memberikan informasi detail mengenai ciri fisik, sifat, atau suasana suatu objek atau tempat.
  • Membangun imajinasi: Mengajak pembaca berimajinasi tentang suatu hal yang mungkin belum pernah mereka temui secara langsung.

Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Membedakan teks deskripsi dengan jenis teks lain (seperti narasi atau eksposisi) sebenarnya cukup mudah jika Anda memahami karakteristiknya. Berikut adalah ciri-ciri utama teks deskripsi:

  1. Melibatkan Panca Indra: Tulisan ini sangat bergantung pada penggunaan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan untuk mendeskripsikan objek.
  2. Menjelaskan Ciri Fisik dan Sifat: Menggambarkan ukuran, warna, bentuk, atau keadaan psikis dari objek secara terperinci.
  3. Membuat Pembaca Merasakan: Teks ini dirancang agar pembaca ikut merasakan suasana atau emosi yang ada dalam teks.
  4. Menggunakan Kata Sifat (Adjektiva): Banyak ditemukan kata-kata sifat untuk memperjelas kata benda, seperti elok, permai, cantik, luas, atau sepi.
  5. Fokus pada Objek Tertentu: Objek yang dibahas bersifat khusus, bukan umum. Misalnya, mendeskripsikan 'Pantai Kuta' (khusus), bukan sekadar 'pantai' (umum).

Struktur Teks Deskripsi

Dalam penulisan akademis maupun jurnalistik, teks deskripsi yang baik harus disusun secara sistematis. Struktur teks deskripsi umumnya terdiri dari tiga bagian utama:

1. Identifikasi

Bagian ini merupakan tahap awal yang berisi penentuan identitas seseorang, benda, atau objek yang akan dideskripsikan. Pada bagian ini, penulis memperkenalkan objek secara umum kepada pembaca sebelum masuk ke detail yang lebih spesifik.

2. Deskripsi Bagian

Ini adalah inti dari teks deskripsi. Bagian ini berisi gambaran terperinci mengenai objek yang dibahas. Penulis akan menguraikan bagian-bagian objek berdasarkan pengamatan subjektif maupun objektif. Misalnya, jika mendeskripsikan sebuah rumah, penulis akan merinci bagian ruang tamu, kamar tidur, halaman, hingga warna cat dindingnya.

3. Simpulan atau Kesan

Bagian penutup ini bersifat opsional, namun sering digunakan untuk memperkuat tulisan. Di sini, penulis menyimpulkan apa yang telah dijelaskan atau menyampaikan kesan pribadi terhadap objek tersebut.

Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Berdasarkan cara penyampaian dan objeknya, teks deskripsi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:

  • Deskripsi Spasial: Teks yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Fokusnya adalah pada tata letak, suasana, dan kondisi fisik tempat tersebut.
  • Deskripsi Objektif: Teks yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya apa adanya, tanpa disertai opini atau perasaan pribadi penulis.
  • Deskripsi Subjektif (Impresionistis): Teks yang menggambarkan objek berdasarkan tafsiran atau kesan perasaan penulis. Jenis ini sangat kental dengan opini dan emosi penulis.

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Untuk menciptakan teks deskripsi yang kuat, penulis perlu memperhatikan kaidah kebahasaan yang berlaku. Beberapa unsur kebahasaan yang sering muncul meliputi:

  • Penggunaan Kata Benda (Nomina): Menggunakan kata benda spesifik sesuai topik, misalnya sekolahku, ibuku, atau Gunung Bromo.
  • Penggunaan Frasa yang Mengandung Kata Sifat: Contohnya, pemandangan yang indah, udara yang sejuk, atau buku yang tebal.
  • Kata Kerja Transitif: Kata kerja yang memerlukan objek untuk menjelaskan tindakan subjek, seperti memakai, melihat, atau mendengar.
  • Majas atau Gaya Bahasa: Sering menggunakan majas perbandingan (metafora atau personifikasi) untuk memperindah lukisan kata. Contoh: "Angin laut membelai wajahku dengan lembut."

Langkah-Langkah Menulis Teks Deskripsi

Setelah memahami apa itu deskripsi beserta teori pendukungnya, berikut adalah panduan praktis untuk menulisnya:

  1. Menentukan Tema dan Objek: Pilihlah objek yang menarik dan Anda kuasai detailnya.
  2. Menentukan Tujuan: Tentukan kesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.
  3. Mengumpulkan Data: Lakukan pengamatan langsung terhadap objek untuk mendapatkan detail yang akurat.
  4. Membuat Kerangka Tulisan: Susunlah kerangka berdasarkan struktur identifikasi, deskripsi bagian, dan simpulan.
  5. Mengembangkan Kerangka: Ubah kerangka menjadi paragraf utuh dengan menggunakan kalimat yang padu dan kaya akan citraan.
  6. Menyunting (Editing): Periksa kembali ejaan, tanda baca, dan koherensi antarparagraf.

Dengan memahami konsep dasar, struktur, dan kaidah kebahasaannya, Anda kini dapat menyusun teks deskripsi yang tidak hanya informatif tetapi juga memikat. Kemampuan mendeskripsikan sesuatu dengan baik adalah kunci utama dalam komunikasi yang efektif, baik dalam tulisan fiksi maupun non-fiksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik