Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tujuan Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Struktur Lengkap

Thalatie K Yani
29/12/2025 11:31
Tujuan Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Struktur Lengkap
Ilustrasi(freepik)

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, memahami berbagai jenis teks merupakan hal yang fundamental, salah satunya adalah teks deskripsi. Tujuan teks deskripsi memegang peranan vital dalam komunikasi tertulis karena berfungsi untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu objek, tempat, atau peristiwa. Tanpa pemahaman yang baik mengenai tujuan dan struktur penulisan ini, pembaca mungkin akan kesulitan memvisualisasikan apa yang sedang disampaikan oleh penulis. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal mengenai teks deskripsi, mulai dari tujuan utamanya, karakteristik, hingga strukturnya yang baku.

Pengertian Teks Deskripsi

Sebelum melangkah lebih jauh membahas tujuannya, penting untuk memahami definisinya terlebih dahulu. Teks deskripsi adalah sebuah paragraf atau tulisan yang gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Penulis berupaya memindahkan kesan-kesan, hasil pengamatan, dan perasaannya kepada pembaca.

Kata 'deskripsi' sendiri berasal dari bahasa Latin describere yang berarti menggambarkan atau memberikan suatu hal. Dalam konteks jurnalistik maupun sastra, teks ini menjadi jembatan visualisasi antara penulis dan pembaca. Dengan kata lain, teks ini adalah alat untuk 'melukis' menggunakan kata-kata.

Tujuan Teks Deskripsi Secara Mendalam

Setiap teks ditulis dengan misi tertentu. Tujuan teks deskripsi yang paling utama adalah merinci atau menggambarkan objek dari sudut pandang penulis agar pembaca dapat merasakan, melihat, dan mendengar objek yang dipaparkan secara detail. Berikut adalah penjabaran tujuan utamanya:

  • Menciptakan Pengalaman Sensorik: Penulis bertujuan mengajak pembaca seolah-olah masuk ke dalam suasana yang diceritakan. Hal ini dicapai dengan melibatkan pancaindra (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba).
  • Memberikan Informasi Rinci: Berbeda dengan teks berita yang fokus pada fakta 5W+1H secara lugas, teks deskripsi bertujuan memberikan rincian fisik atau sifat dari sebuah objek. Misalnya, bukan hanya menyebutkan 'bunga mawar', tetapi menjelaskan 'kelopak merah yang merekah dengan duri tajam di batangnya'.
  • Menjelaskan Identitas Objek: Teks ini bertujuan untuk membedakan objek yang dibahas dengan objek lainnya melalui ciri-ciri spesifik yang unik (misalnya ciri fisik manusia, arsitektur bangunan, atau suasana pemandangan alam).

Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Agar dapat membedakannya dengan jenis teks lain seperti eksposisi atau narasi, teks deskripsi memiliki karakteristik khusus. Berikut adalah ciri-ciri yang wajib Anda ketahui:

1. Melibatkan Pancaindra

Seperti yang telah disinggung dalam poin tujuan, teks ini sangat bergantung pada penggunaan indra. Penulis akan menggunakan kata-kata yang merangsang imajinasi pembaca, seperti 'harum semerbak', 'tekstur kasar', 'warna keemasan', atau 'suara gemericik air'.

2. Menjelaskan Ciri Fisik dan Sifat

Penggambaran dalam teks ini sangat spesifik. Hal-hal yang biasanya dideskripsikan meliputi bentuk, warna, ukuran, hingga kepribadian (jika objeknya adalah manusia atau hewan). Penggunaan kata sifat (adjektiva) sangat dominan di sini.

3. Bersifat Personal

Isi teks deskripsi sering kali memuat pendapat personal penulis terhadap objek. Misalnya, ketika mendeskripsikan 'Pantai Kuta', penulis mungkin menambahkan kesan kekaguman atau ketenangan yang dirasakannya, yang membuat teks tersebut subjektif namun tetap deskriptif.

Struktur Teks Deskripsi

Untuk membangun sebuah tulisan deskripsi yang koheren dan mudah dipahami, penulis harus mengikuti struktur yang sistematis. Dalam kurikulum Bahasa Indonesia, struktur teks deskripsi dibagi menjadi tiga bagian utama:

1. Identifikasi

Bagian ini merupakan tahap awal pengenalan. Penulis menentukan identitas objek yang akan dideskripsikan. Ini bisa berupa nama objek, lokasi, sejarah lahirnya, atau makna nama tersebut. Tujuannya adalah memberikan gambaran umum sebelum masuk ke detail.

2. Deskripsi Bagian

Ini adalah inti dari tulisan. Pada bagian ini, penulis melakukan pengklasifikasian atau perincian objek berdasarkan tanggapan subjektif penulis. Deskripsi bagian memerinci objek menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Contohnya, jika mendeskripsikan sekolah, bagian ini akan membahas ruang kelas, halaman, kantin, dan perpustakaan secara mendetail.

  • Berdasarkan Ruang: Menjelaskan bagian-bagian ruang dari suatu tempat.
  • Berdasarkan Anggota Bagian: Merinci bagian-bagian dari objek (misal: bagian tubuh hewan).
  • Berdasarkan Proses: Menjelaskan urutan kejadian atau proses (meskipun ini jarang dan lebih condong ke prosedur, namun dalam deskripsi suasana, urutan waktu bisa digunakan).

3. Simpulan atau Kesan

Bagian penutup ini bersifat opsional, namun sangat disarankan. Di sini, penulis menyimpulkan apa yang telah dibahas atau menegaskan kembali kesan umum terhadap objek tersebut. Bagian ini memberikan penekanan emosional terakhir kepada pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Selain memahami tujuan teks deskripsi dan strukturnya, aspek kebahasaan juga menjadi kunci keberhasilan penulisan. Teks deskripsi yang baik biasanya menggunakan kaidah berikut:

  1. Penggunaan Kata Sifat (Adjektiva): Kata-kata seperti indah, elok, bersih, luas, dan ramah digunakan untuk memperjelas kata benda.
  2. Kalimat Perincian: Menggunakan kalimat yang memerinci penjelasan. Contoh: "Ibuku orang yang sangat baik" (kalimat umum) diperinci menjadi "Dia berusaha menolong semua orang, tutur katanya lembut kepada siapa saja."
  3. Penggunaan Majas (Gaya Bahasa): Untuk membuat teks lebih hidup, sering digunakan majas personifikasi atau metafora. Contoh: "Angin laut mengelus wajahku."
  4. Kata Ganti Orang: Teks deskripsi sering menggunakan kata ganti orang pertama (aku, saya) jika bersifat subjektif, atau orang ketiga (dia, mereka) jika mendeskripsikan orang lain.

Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Berdasarkan cara penyampaian dan objeknya, teks deskripsi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Deskripsi Spasial: Teks yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Fokusnya adalah pada lokasi.
  • Deskripsi Objektif: Teks yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya apa adanya tanpa disertai opini atau perasaan penulis.
  • Deskripsi Subjektif: Teks yang menggambarkan objek berdasarkan tafsiran atau kesan perasaan penulis. Jenis ini adalah yang paling umum ditemukan dalam penulisan kreatif atau fitur perjalanan (travel writing).

Memahami tujuan teks deskripsi beserta elemen-elemen pendukungnya sangatlah penting bagi siapa saja yang ingin menulis dengan baik. Kemampuan mendeskripsikan sesuatu secara rinci tidak hanya berguna dalam pelajaran bahasa, tetapi juga dalam komunikasi profesional, jurnalisme, dan penulisan kreatif. Dengan deskripsi yang kuat, sebuah tulisan tidak akan terasa kering, melainkan menjadi hidup dan mampu menggerakkan imajinasi pembaca.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik