Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Mempelajari ilmu tajwid merupakan kewajiban bagi setiap Muslim agar dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil dan benar. Salah satu hukum bacaan yang sering ditemui namun kerap tertukar penggunaannya adalah idgham bilaghunnah. Secara sederhana, hukum ini berkaitan dengan cara meleburkan bunyi nun mati atau tanwin ke dalam huruf setelahnya tanpa disertai dengungan. Pemahaman yang tepat mengenai hukum ini sangat krusial untuk menjaga keaslian bunyi dan makna ayat suci Al-Qur'an.
Secara etimologi atau bahasa, Idgham berarti memasukkan atau meleburkan. Sementara itu, Bilaghunnah terdiri dari dua kata, yaitu Bi (dengan), La (tidak), dan Ghunnah (dengung). Jadi, secara istilah ilmu tajwid, idgham bilaghunnah adalah hukum bacaan yang terjadi apabila Nun Sukun (نْ) atau Tanwin (ـً ـٍ ـٌ) bertemu dengan salah satu huruf idgham bilaghunnah, di mana cara membacanya adalah dengan meleburkan suara nun atau tanwin tersebut ke huruf di depannya tanpa disertai suara dengung (ghunnah).
Berbeda dengan saudaranya, idgham bighunnah, yang mewajibkan pembaca menahan suara dengungan selama 2 harakat, pada idgham bilaghunnah suara harus langsung masuk ke huruf berikutnya dengan tegas dan jelas, seolah-olah huruf nun atau tanwin tersebut hilang.
Dalam kaidah tajwid, huruf idgham bilaghunnah hanya berjumlah dua. Hal ini memudahkan para pembelajar Al-Qur'an untuk menghafalnya. Kedua huruf tersebut adalah:
Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari dua huruf di atas dalam dua kata yang terpisah, maka hukum bacaan ini berlaku mutlak. Pengecualian hanya terjadi jika pertemuan huruf tersebut terjadi dalam satu kata, yang mana hukumnya berubah menjadi Izhar Mutlaq, meskipun kasus ini sangat jarang dan lebih sering terjadi pada huruf-huruf idgham bighunnah.
Teknik membaca idgham bilaghunnah adalah dengan mentasydidkan huruf Lam atau Ra yang berada setelah nun mati atau tanwin. Suara nun mati atau tanwin tidak boleh terdengar sama sekali, dan tidak boleh ada getaran suara di pangkal hidung (nasal). Berikut adalah langkah-langkahnya:
Untuk memperjelas pemahaman, berikut adalah beberapa contoh penerapan hukum bacaan idgham bilaghunnah yang diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an, lengkap dengan teks Arab dan penjelasannya.
Contoh ini terdapat dalam Surat Al-Ikhlas ayat 4. Perhatikan potongan ayat berikut:
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Pada lafaz yakun lahu, terdapat nun sukun bertemu dengan huruf Lam. Maka dibaca menjadi yakullahu, bukan yakun-lahu.
Contoh selanjutnya dapat ditemukan dalam Surat Al-Baqarah ayat 5:
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ
Perhatikan lafaz min rabbihim. Di sini nun sukun bertemu dengan Ra. Cara membacanya dilebur menjadi mirrabbihim. Suara 'n' hilang total dan langsung masuk ke huruf 'r' dengan tebal.
Contoh tanwin bertemu Lam terdapat dalam Surat Al-Humazah ayat 1:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
Pada lafaz wailun likulli, tanwin (dhammah tanwin) bertemu dengan Lam. Maka dibaca menjadi wailullikulli.
Contoh terakhir adalah tanwin bertemu Ra yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 173:
إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Pada lafaz ghafurun rahim, tanwin bertemu dengan huruf Ra. Maka dibaca menjadi ghafururrahim.
Agar tidak keliru, penting untuk membedakan idgham bilaghunnah dengan idgham bighunnah. Perbedaan mendasarnya terletak pada:
Dengan memahami konsep idgham bilaghunnah secara mendalam, diharapkan kualitas bacaan Al-Qur'an kita semakin baik dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Teruslah berlatih dengan membaca ayat-ayat suci setiap hari agar lidah semakin fasih dalam melafalkan hukum-hukum tajwid.
Pelajari idgham bilaghunnah: pengertian, cara membaca, dan contohnya. Pahami hukum tajwid ini dengan mudah untuk baca Al-Qur'an lebih baik!
Secara istilah, Idgham Bilaghunnah adalah meleburkan bunyi nun sukun atau tanwin ke dalam huruf setelahnya tanpa dengung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved