Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung

Ficky Ramadhan
16/1/2026 15:25
Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung
Ilustrasi(Dok Freepik)

NYERI leher kerap dianggap sebagai keluhan ringan akibat kelelahan atau salah posisi tidur. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung yang serius.

Selama ini, penyakit jantung umumnya identik dengan nyeri dada. Padahal, gejalanya tidak selalu muncul di area tersebut. Salah satu kondisi medis yang dapat memicu nyeri di leher adalah spontaneous coronary artery dissection (SCAD).

Melansir Mirror, SCAD terjadi ketika lapisan arteri koroner terlepas dari dinding luarnya. Akibatnya, darah merembes ke sela-sela lapisan arteri dan memicu pembentukan bekuan darah yang dapat menghambat aliran darah ke jantung.

"Penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala SCAD agar dapat didiagnosis sedini mungkin," kata British Heart Foundation (BHF).

Jika kondisi tersebut memburuk dan aliran darah ke jantung semakin terhambat, SCAD berisiko menyebabkan serangan jantung. Meski demikian, hingga kini para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kondisi ini.

SCAD diketahui dapat muncul secara tiba-tiba, bahkan pada individu tanpa faktor risiko penyakit jantung sebelumnya. Kondisi ini paling sering dialami perempuan berusia 45 hingga 53 tahun, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada kelompok usia lain maupun pada laki-laki.

"Kondisi ini saat ini tidak dapat diprediksi maupun dicegah," tambah BHF.

Nyeri leher akibat SCAD umumnya terasa seperti tekanan atau sesak. Rasa nyeri juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti rahang, lengan, punggung, hingga perut.

Selain itu, penderita dapat mengalami gejala lain berupa pusing atau sensasi melayang, mudah lelah, sesak napas, mual, serta berkeringat dingin atau tubuh terasa lembap.

Para ahli mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami kombinasi gejala tersebut. Hal ini penting mengingat SCAD bersifat tidak terduga dan sering kali baru terdeteksi setelah terjadi kejadian medis serius, seperti serangan jantung. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya