Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

7 Cara Mengelola Haid dengan Obat Hormon, Penting bagi Calon Jamaah Haji Perempuan!

 Gana Buana
16/1/2026 00:15
7 Cara Mengelola Haid dengan Obat Hormon, Penting bagi Calon Jamaah Haji Perempuan!
Cara Mengelola Haid dengan Obat Hormon.(Dok. Antara)

Menjalankan ibadah haji dengan khusyuk tentu menjadi harapan setiap calon jamaah, termasuk perempuan. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah datangnya haid di tengah rangkaian ibadah.

Untuk mengatasinya, sebagian perempuan memilih menunda haid dengan obat hormon. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi membagikan sejumlah kiat penting agar penggunaan obat hormon tetap aman dan efektif.

1. Pahami Tujuan Penggunaan Obat Hormon

Obat hormon penunda haid umumnya mengandung progesteron. Hormon ini bekerja dengan mengubah fase menstruasi sehingga haid tidak terjadi atau tertunda selama masa ibadah.

Tujuannya adalah agar ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa terganggu siklus menstruasi.

2. Ketahui Waktu Tepat mulai Minum Obat

Waktu konsumsi obat hormon sangat menentukan keberhasilannya. Idealnya, obat mulai diminum 14 hari sebelum perkiraan haid berikutnya atau pada hari ke-14 sejak hari pertama haid terakhir.

Untuk memudahkan, calon jamaah dapat memantau siklus menstruasi melalui aplikasi pencatat haid.

3. Konsumsi Obat Secara Teratur Selama Ibadah

Obat hormon biasanya diminum dua kali sehari dan harus dikonsumsi secara terus-menerus hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Menghentikan obat sebelum ibadah selesai berisiko memicu haid datang keesokan harinya.

4. Atasi Spotting dengan Penyesuaian Dosis

Pada sebagian kasus, meski sudah minum obat sesuai anjuran, masih bisa muncul spotting atau bercak darah ringan.

Jika ini terjadi:

  • Dosis bisa dinaikkan menjadi tiga kali sehari sementara
  • Setelah bercak berhenti, dosis dikembalikan ke dua kali sehari

Spotting ini bukan menstruasi dan umumnya masih diperbolehkan untuk tetap beribadah.

5. Kenali Efek Samping yang Mungkin Timbul

Di awal konsumsi, obat hormon bisa menyebabkan:

  • Mual
  • Pusing ringan

Namun efek ini biasanya bersifat sementara dan tidak sampai mengganggu aktivitas harian.

6. Konsultasikan Jika Memiliki Riwayat Penyakit

Penggunaan obat hormon wajib dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi perempuan yang memiliki:

  • Riwayat hipertensi
  • Sedang mengonsumsi obat antihipertensi
  • Riwayat stroke

Kondisi tersebut bukan berarti tidak boleh menggunakan obat hormon, tetapi perlu penyesuaian dan pengawasan medis.

7. Jangan Konsumsi Tanpa Anjuran Dokter

Setiap tubuh memiliki respons yang berbeda terhadap hormon. Oleh karena itu, penggunaan obat penunda haid harus berdasarkan resep dan arahan dokter, bukan atas inisiatif sendiri.

Kesimpulan

Menunda haid dengan obat hormon bisa menjadi solusi bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah tetap optimal. Kuncinya adalah waktu konsumsi yang tepat, dosis yang sesuai, serta konsultasi medis sebelum penggunaan. Dengan persiapan yang baik, ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih tenang dan nyaman. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya