Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
RADANG tenggorokan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Rasa perih, kering, gatal, atau nyeri saat menelan bisa muncul tiba-tiba, bahkan tanpa disertai batuk, pilek, maupun demam. Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini tetap perlu dipahami agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Berdasarkan informasi dari laman layanan kesehatan Medrite, radang tenggorokan tanpa gejala lain cukup umum terjadi dan dalam banyak kasus bersifat ringan. Namun, ada pula kondisi tertentu yang perlu diwaspadai, terutama bila keluhan berlangsung lama atau semakin berat.
Salah satu penyebab paling umum adalah udara kering, terutama di ruangan ber-AC. Udara yang minim kelembapan dapat membuat lapisan tenggorokan mengering dan mudah teriritasi, terutama saat tidur. Kebiasaan bernapas melalui mulut atau mendengkur juga dapat memperparah kondisi ini.
Selain itu, alergi terhadap debu, jamur, bulu hewan, atau polusi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan tanpa selalu disertai bersin atau hidung meler. Lendir yang mengalir perlahan dari hidung ke tenggorokan (postnasal drip) sering kali menjadi pemicunya.
Penyebab lain yang kerap tidak disadari adalah refluks asam lambung atau yang dikenal sebagai refluks senyap. Naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan dapat menimbulkan rasa perih, suara serak, atau sensasi tidak nyaman meski tanpa keluhan nyeri ulu hati.
Radang tenggorokan juga bisa menjadi tanda awal infeksi virus, seperti flu, di mana gejala lain baru muncul satu hingga dua hari kemudian. Sementara itu, infeksi bakteri seperti radang tenggorokan akibat streptokokus memang lebih jarang, tetapi bisa dimulai hanya dengan sakit tenggorokan, terutama pada orang dewasa.
Faktor lain yang turut berperan meliputi paparan iritan seperti asap rokok, bau menyengat, bahan kimia pembersih, serta kelelahan pita suara akibat terlalu banyak berbicara keras, mengajar, atau bernyanyi dalam waktu lama.
Sebagian besar radang tenggorokan akan membaik dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana. Namun, kondisi ini perlu mendapat perhatian medis jika berlangsung lebih dari dua minggu, semakin nyeri, disertai sulit menelan, pembengkakan kelenjar leher, muncul bercak putih di amandel, atau diikuti demam.
Keluhan berat seperti sesak napas atau nyeri hebat juga menjadi tanda darurat yang memerlukan pertolongan medis segera.
Radang tenggorokan memang sering kali ringan dan sementara, tetapi tidak sebaiknya diabaikan jika menetap atau semakin parah. Mengenali penyebabnya menjadi kunci untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber: Medrite.
Radang tenggorokan bisa dipicu kebiasaan sehari-hari seperti konsumsi alkohol, merokok, hingga makan pedas berlebihan.
Radang tenggorokan bisa dipicu kebiasaan sehari-hari seperti konsumsi alkohol, merokok, hingga makan pedas berlebihan.
Anak-anak berusia 5-15 tahun berisiko tinggi mengalami demam rematik karena radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A serta penyakit jantung rematik.
Penyakit demam rematik (DR) dan penyakit jantung rematik (PJR) kini mengintai anak-anak di Indonesia, dengan potensi dampak yang semakin besar akibat kondisi lingkungan buruk
Polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus radang tenggorokan di masyarakat.
"Jordi kami sarankan beristirahat karena mengalami radang tenggorokan fase akut,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved