Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) selama tahun 2025 berhasil melayani 1,5 juta pegawai melalui pembelajaran digital terintegrasi. Angka ini melampaui target yang ditetapkan Bappenas, yaitu 1,3 juta pegawai.
Kepala Pusbangkom SDM Kemenag,Mastuki mengungkapkan, capaian ini patut disyukuri bukan hanya karena melampaui target Bappenas juga merupakan indikator tingginya semangat ASN Kemenag untuk mengembangkan kompetensi.
“Saya membaca capaian ini lebih bersifat kualitatif, yakni semangat pegawai Kementerian Agama untuk adaptif dengan perubahan dan menyesuaikan kompetensi untuk kemajuan organisasi. Itu jauh lebih penting dari sekedar angka,” tuturnya di Ciputat, Tangsel,Selasa (13/1).
Menurut mantan Kabiro Humas dan Datin Kemenag ini, pengembangan kompetensi adalah kewajiban pegawai sendiri, bukan hak yang harus dituntut. Karena itu, Kemenag hanya menyediakan wahana pembelajaran yg memungkinkan semua pegawai bisa belajar secara mandiri.
“Belajar mandiri, self learning harus menjadi habit dan kultur baru. Tidak bisa hanya mengandalkan penugasan. Sistem kerja kita sudah berubah. Dan modal melakukan perubahan salah satunya adalah semangat mengembangkan diri, keinginan untuk terus menerus mengetahui hal-hal baru,” tambahnya.
Mastuki menjelaskan, layanan kompetensi 1,5 juta pegawai itu dilakukan dengan skema optimalisasi platform MOOC Pintar. Paling masif melalui pelatihan daring dan self learning. Kemudian ada fitur knowledge sharing, klinik pembelajaran, dan pendampingan secara intensif.
“Semua pembelajaran dilakukan dengan basis teknologi. Ada yang melalui belajar mandiri, berbagi pengetahuan juga ada yang basisnya belajar terbimbing. Tapi semua terintegrasi dengan teknologi. Ada 110 jenis pelatihan, 42 belajar terbimbing, 38 berbagi pengetahuan, dan 13 uji kompetensi,” terangnya.
Mastuki menambahkan, profil pegawai yang mengikuti pengembangan kompetensi itu 1,3 juta adalah PNS dan PPPK Kemenag .Sisanya berasal dari instansi lain dan masyarakat umum yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kemenag. Usia rata-rata mayoritas berumur 41-50 tahun, sebanyak 38 persen. Sisanya, umur 51-60 tahun mencapai 21 persen. Usia 31-40 tahun sebanyak 28 persen, dan 21-30 tahun sebanyak 11 persen.
Mastuki juga mengungkapkan, mayoritas peserta yang mengikuti pengembangan kompetensi merasa sangat puas dengan layanan yang diselenggarakan Pusbangkom SDM.
“82 persen peserta merasa sangat puas dengan relevansi materi, penjelasan, penyajian, kualitas materi, dan kemudahan platform. Sementara 80 persen peserta berjanji untuk menerapkan hasil belajarnya, dan 81 persen meyakini bahwa pengembangan kompetensi ini akan meningkatkan efektivitas kerja dan berkontribusi pada kualitas layanan di tempat kerjanya masing-masing,” pungkasnya. (H-2)
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah yang menghadirkan pendidikan berkualitas dan menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved