Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Nestle Tarik Produk Susu Formula di 49 Negara, Diduga Terkontaminasi Racun

Media Indonesia
13/1/2026 16:05
Nestle Tarik Produk Susu Formula di 49 Negara, Diduga Terkontaminasi Racun
Ilustrasi(Dok AFP)

PERUSAHAAN produsen makanan global, Nestle, resmi melakukan penarikan kembali (recall) produk susu formula bayi di 49 negara. Kebijakan ini diambil setelah adanya kekhawatiran terkait kontaminasi toksin cereulide yang dapat memicu gangguan kesehatan serius pada bayi.

Berdasarkan laporan resmi perusahaan pada Selasa (13/1), produk yang terdampak meliputi beberapa batch dari merek SMA, BEBA, dan NAN. Penarikan ini mencakup wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga sebagian wilayah Asia seperti Filipina dan Hong Kong.

Penyebab dan Risiko Kesehatan

Dugaan kontaminasi berasal dari cereulide, yaitu racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Racun ini diketahui sangat tahan panas dan tidak mudah hancur meski menggunakan air mendidih saat menyeduh susu. Paparan racun tersebut dapat menyebabkan gejala keracunan makanan akut pada bayi, termasuk mual, muntah hebat, nyeri perut, hingga diare.

Nestle menjelaskan bahwa masalah ini teridentifikasi pada bahan baku minyak asam arakidonat (ARA) yang dipasok oleh salah satu mitra mereka. "Keamanan pangan dan kesejahteraan seluruh bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memahami kekhawatiran orangtua dan berkomitmen memberikan informasi transparan," tulis pernyataan resmi Nestle Global.

Daftar Produk yang Terdampak

Beberapa produk spesifik yang masuk dalam daftar penarikan di berbagai negara antara lain:

  • SMA Advanced First Infant Milk
  • SMA Comfort & SMA Alfamino
  • NAN Comfort 1 & NAN Optipro 1
  • NAN Supreme Pro 1, 2, dan 3
  • BEBA Infant Formula (di wilayah Eropa)

Bagaimana dengan Indonesia?

Merespons isu global tersebut, Nestle Indonesia memastikan bahwa seluruh produk susu formula bayi yang dipasarkan di Tanah Air aman untuk dikonsumsi. Pihak manajemen menegaskan bahwa produk yang beredar di Indonesia diproduksi dengan standar keamanan ketat dan tidak menggunakan bahan baku dari batch yang terdampak di pasar internasional.

Hingga saat ini, belum ada laporan penyakit atau kasus medis yang dikaitkan langsung dengan konsumsi produk yang ditarik tersebut. Namun, konsumen di luar negeri yang memiliki produk dari batch terdampak diminta untuk segera menghentikan penggunaan dan menghubungi layanan konsumen lokal untuk proses pengembalian dana (refund). (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya