Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Doa Nabi Sulaiman Mengusir Semut Tanpa Membunuh dan Adabnya

Thalatie K Yani
12/1/2026 10:01
Doa Nabi Sulaiman Mengusir Semut Tanpa Membunuh dan Adabnya
Ilustrasi(freepik)

Kehadiran koloni semut di dalam rumah seringkali dianggap mengganggu kenyamanan penghuni, baik karena jumlahnya yang banyak maupun risiko gigitannya. Bagi seorang Muslim, mengatasi masalah ini tidak semata-mata dengan membasmi, melainkan memperhatikan adab terhadap makhluk hidup. Salah satu metode yang banyak dicari adalah doa Nabi Sulaiman mengusir semut. Metode ini merujuk pada kisah kemukjizatan Nabi Sulaiman AS yang mampu berkomunikasi dengan bangsa binatang, termasuk semut, sehingga beliau dapat meminta mereka menyingkir tanpa perlu menyakiti atau membunuhnya.

Dalam Islam, membunuh semut tanpa alasan yang syar'i (seperti membahayakan keselamatan) hukumnya dilarang. Oleh karena itu, menggunakan pendekatan doa atau teguran halus seperti yang diinspirasikan dari kisah Nabi Sulaiman menjadi solusi yang bijak dan penuh kasih sayang. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai doa tersebut, landasan dalilnya dalam Al-Qur'an, serta cara-cara alami mengusir semut yang sejalan dengan prinsip Islam.

Kisah Nabi Sulaiman dan Semut dalam Al-Qur'an

Kisah interaksi Nabi Sulaiman dengan semut diabadikan secara indah dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat An-Naml. Nama surat ini sendiri berarti "Semut". Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Sulaiman dan bala tentaranya hendak melintasi sebuah lembah yang dipenuhi oleh sarang semut.

Mendengar gemuruh pasukan Nabi Sulaiman, seekor raja atau pemimpin semut memerintahkan rakyatnya untuk segera masuk ke dalam sarang agar tidak terinjak. Hal ini termaktub dalam Surat An-Naml ayat 18:

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS. An-Naml: 18)

Mendengar perkataan semut tersebut, Nabi Sulaiman tersenyum dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kemampuan memahami bahasa binatang. Beliau lantas memerintahkan pasukannya untuk berhati-hati. Kisah ini mengajarkan kita bahwa bahkan semut pun memiliki hak untuk hidup dan Nabi Sulaiman sangat menghormati keberadaan mereka.

Bacaan Doa dan Cara Menegur Semut

Sebenarnya tidak ada satu bacaan "mantra" khusus yang secara baku disebut sebagai doa pengusir semut dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Namun, para ulama dan orang-orang saleh terdahulu mengajarkan kita untuk menegur semut dengan cara yang santun, meniru adab Nabi Sulaiman. Tujuannya adalah meminta mereka pindah tempat karena keberadaan mereka mengganggu aktivitas manusia di rumah tersebut.

Berikut adalah beberapa kalimat teguran atau doa yang bisa diamalkan saat melihat gerombolan semut di rumah:

  • Teguran dengan Bahasa Indonesia:
    Anda bisa mengucapkan dengan niat yang tulus: "Wahai semut, ini adalah rumahku dan keluargaku. Jika kalian ingin mencari makan, carilah di tempat lain yang tidak mengganggu kami. Pergilah dengan selamat, aku tidak ingin menyakiti kalian."
  • Doa dengan Bahasa Arab (Istigatsah):
    Beberapa ulama menyarankan membaca doa berikut sebagai bentuk peringatan halus:

يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Anda bisa membacakan potongan ayat 18 dari Surat An-Naml di atas. Ayat ini dibaca dengan niat memberitahu semut bahwa kehadiran manusia (kita) mungkin bisa membahayakan mereka jika mereka tidak segera menyingkir.

  • Kalimat Teguran Lainnya:
    "Hadza li walahu, hadza li walahu, firruu ila auliya-ikum." (Ini milikku dan milik-Nya, ini milikku dan milik-Nya, lari/kembalilah kalian kepada kerabat-kerabat kalian).

Hukum Membunuh Semut dalam Islam

Sebelum memutuskan untuk menggunakan racun serangga, penting bagi umat Islam untuk memahami hukum membunuh semut. Rasulullah SAW melarang membunuh empat jenis hewan, salah satunya adalah semut.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh empat macam hewan: semut, lebah, hud-hud, dan shurad." (HR. Abu Daud, no. 5267; Ibnu Majah, no. 3224; dan Ahmad, 1:332).

Namun, para ulama memberikan pengecualian (rukhsah). Jika semut tersebut adalah jenis yang membahayakan (seperti semut api yang menggigit dan menyebabkan sakit parah) dan jumlahnya sangat mengganggu hingga merusak makanan atau rumah, maka diperbolehkan untuk mengusirnya atau membasminya. Kendati demikian, sangat dilarang membunuh semut dengan cara membakarnya dengan api, karena hanya Allah SWT yang berhak menghukum dengan api.

Cara Mengusir Semut Secara Alami (Skyscraper Technique)

Selain menggunakan doa dan teguran halus, Anda dapat mengombinasikan ikhtiar tersebut dengan penggunaan bahan-bahan alami yang tidak disukai semut. Cara ini lebih manusiawi dibandingkan menggunakan racun kimia yang mematikan. Berikut adalah langkah-langkah efektif:

  1. Menggunakan Cuka Putih: Semut sangat membenci bau menyengat dari cuka. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, lalu semprotkan pada jalur yang sering dilewati semut. Ini akan menghapus jejak feromon mereka sehingga mereka kehilangan arah.
  2. Bubuk Kayu Manis: Taburkan bubuk kayu manis di dekat celah-celah pintu atau jendela. Aroma kayu manis yang kuat dapat membuat semut menjauh tanpa membunuh mereka.
  3. Perasan Jeruk Nipis atau Lemon: Zat asam pada jeruk nipis dan lemon sangat tidak disukai semut. Peras air jeruk di lubang masuk sarang semut untuk memaksa mereka pindah lokasi.
  4. Kulit Mentimun: Letakkan kulit mentimun di area yang sering didatangi semut. Semut memiliki insting alami untuk menghindari mentimun karena kandungan di dalamnya beracun bagi jamur yang menjadi makanan semut.

Kesimpulan

Mengamalkan doa Nabi Sulaiman mengusir semut bukan berarti kita memiliki mukjizat seperti beliau, namun merupakan bentuk ittiba' (mengikuti jejak) akhlak para Nabi dalam menyayangi makhluk Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara menjaga kenyamanan diri dan menjaga kelestarian makhluk hidup lain.

Jika semut di rumah Anda tidak terlalu membahayakan, cobalah untuk menegurnya terlebih dahulu atau gunakan bahan alami untuk mengalihkan jalur mereka. Namun, jika mereka membahayakan kesehatan dan keselamatan keluarga, Islam memberikan keringanan untuk menanganinya dengan cara yang paling minim mudharatnya. Semoga rumah kita senantiasa diberkahi dan terbebas dari gangguan hewan-hewan yang merugikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya