Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN semut di dalam rumah seringkali menjadi dilema bagi seorang Muslim. Di satu sisi, koloni semut bisa mengganggu kenyamanan, merubung makanan, atau bahkan menggigit. Namun di sisi lain, Islam mengajarkan adab yang sangat luhur terhadap makhluk kecil ini, bahkan melarang kita untuk membunuhnya tanpa alasan yang haq (benar).
Nabi Sulaiman AS, seorang nabi sekaligus raja yang dianugerahi mukjizat dapat berbicara dengan hewan, memberikan teladan luar biasa tentang bagaimana berinteraksi dengan bangsa semut. Kisah beliau diabadikan dalam Al-Qur'an dan menjadi rujukan utama bagi umat Islam dalam menghadapi gangguan hewan kecil ini.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam doa Nabi Sulaiman mengusir semut, konteks ayat dalam Surat An-Naml, serta adab dan cara praktis mengusir semut tanpa harus menyakiti mereka.
Ayat yang paling masyhur digunakan sebagai ikhtiar atau doa untuk "menegur" semut agar pergi adalah Surat An-Naml ayat 18. Sejatinya, ayat ini adalah perkataan seekor ratu semut yang memerintahkan rakyatnya untuk masuk ke sarang agar selamat dari pasukan Nabi Sulaiman. Dengan membacakan ayat ini, kita berharap semut-semut di rumah "mengerti" isyarat bahaya dan segera berpindah.
Hattā iżā atau 'alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum, lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy'urụn.
"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS. An-Naml: 18)
Para ulama dan orang-orang saleh terdahulu sering mengajarkan untuk membaca ayat ini ketika melihat barisan semut yang mengganggu. Ucapkan dengan lembut dan niatkan sebagai peringatan agar mereka berpindah tempat, sebagaimana Nabi Sulaiman AS yang tidak ingin menyakiti mereka.
Setelah mendengar perkataan semut tersebut, Nabi Sulaiman AS tidak lantas mengusir mereka dengan kasar. Beliau justru tersenyum dan memanjatkan doa syukur kepada Allah SWT. Doa ini sangat baik dibaca agar hati kita senantiasa lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk.
Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn.
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. An-Naml: 19)
Selain ayat 18, terdapat juga potongan ayat dari surat yang sama yang sering digunakan sebagai wasilah untuk menundukkan hewan buas atau gangguan jin. Ini adalah pembuka surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis.
Bacaan:
Innahū min Sulaimāna wa innahū bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Allā ta'lū 'alayya wa'tūnī muslimīn.
Artinya:
"Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: 'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri'." (QS. An-Naml: 30-31)
Mengapa kita dianjurkan berdoa dan mengusir semut secara halus alih-alih langsung menyemprotnya dengan racun serangga? Hal ini didasarkan pada larangan Rasulullah SAW.
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:
"Nabi SAW melarang membunuh empat hewan: semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Namun, para ulama memberikan pengecualian (rukhsah). Jika semut tersebut adalah jenis yang berbahaya (seperti semut api yang menggigit sakit) atau jumlahnya sudah sangat mengganggu (hama) dan tidak mau pergi meski sudah diusir secara halus, maka diperbolehkan untuk membasminya demi menolak mudharat (bahaya).
Selain membaca doa Nabi Sulaiman, Islam mengajarkan kita untuk menyempurnakan tawakkal dengan ikhtiar. Berikut adalah cara alami mengusir semut yang sejalan dengan semangat rahmatan lil 'alamin:
| Bahan Alami | Cara Penggunaan | Efek pada Semut |
|---|---|---|
| Cuka Putih | Campurkan cuka dan air (1:1), semprotkan ke jalur semut. | Menghilangkan jejak feromon (bau) semut sehingga mereka kehilangan arah. |
| Bubuk Kopi | Taburkan ampas kopi di dekat lubang masuk semut. | Aroma kuat kopi tidak disukai semut dan membuat mereka menjauh. |
| Kulit Jeruk/Lemon | Letakkan kulit jeruk di area yang sering didatangi semut. | Minyak d-limonene pada kulit jeruk bersifat racun bagi semut, membuat mereka menghindar. |
| Tepung Maizena | Taburkan di kerumunan semut. | Semut akan membawanya ke sarang, namun tidak bisa mencernanya, sehingga koloni akan pindah. |
Kisah Nabi Sulaiman dan semut mengajarkan kita bahwa kekuasaan yang besar tidak seharusnya melahirkan kesewenang-wenangan. Nabi Sulaiman, raja diraja yang menguasai jin dan manusia, tetap peduli pada keselamatan seekor semut kecil.
Bagi kita umat Muslim, mengamalkan doa ini bukan sekadar mantra pengusir hama, melainkan bentuk manifestasi keimanan bahwa segala makhluk bertasbih kepada Allah dan kita harus hidup berdampingan dengan adab yang baik.
Wallahu a'lam bish-shawab. (Z-10)
Ingin rumah bersih tanpa menyakiti hewan? Simak doa Nabi Sulaiman mengusir semut, dalil Al-Qur'an, serta cara alami dan adab yang diajarkan dalam Islam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved