Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Doa Sujud Sahwi: Bacaan Lengkap, Tata Cara, dan Penyebabnya

 Gana Buana
08/1/2026 23:06
Doa Sujud Sahwi: Bacaan Lengkap, Tata Cara, dan Penyebabnya
Panduan lengkap doa sujud sahwi, tata cara pelaksanaan, penyebab, dan hukumnya dalam Islam.(Freepik)

DALAM pelaksanaan salat, manusia sebagai tempatnya salah dan lupa terkadang tidak luput dari kekeliruan. Islam sebagai agama yang sempurna memberikan solusi atas kelalaian tersebut melalui syariat sujud sahwi. Sujud ini merupakan bentuk permohonan ampun sekaligus cara untuk menyempurnakan kekurangan yang terjadi di dalam salat, baik karena lupa jumlah rakaat maupun meninggalkan sunah tertentu.

Bagi umat Muslim di Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi'i, memahami bacaan dan tata cara sujud sahwi sangatlah krusial agar ibadah salat tetap terjaga kesempurnaannya. Berikut adalah panduan lengkap mengenai doa sujud sahwi, penyebab, hingga tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat.

Bacaan Doa Sujud Sahwi

Para ulama sepakat bahwa bacaan di dalam sujud sahwi sebenarnya bisa menggunakan bacaan tasbih sujud seperti biasa. Namun, terdapat bacaan khusus yang dianjurkan oleh sebagian ulama karena relevansinya dengan kondisi "lupa" yang dialami manusia. Bacaan ini memuji Allah SWT yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.

Lafal Arab

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Transliterasi Latin

Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw

Artinya

"Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa."

Meskipun bacaan di atas sangat populer, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa jika seseorang membaca tasbih sujud biasa (Subhana Rabbiyal A'la), hal tersebut juga diperbolehkan dan sah.

Penyebab Disunahkannya Sujud Sahwi

Tidak semua kesalahan dalam salat mengharuskan sujud sahwi. Dalam mazhab Syafi'i, sujud sahwi sangat ditekankan (sunah muakkad) apabila terjadi kondisi-kondisi berikut:

  • Meninggalkan Sunah Ab'ad: Seperti lupa melakukan tasyahud awal atau lupa membaca doa Qunut pada salat Subuh (bagi yang mengamalkannya).
  • Ragu Jumlah Rakaat: Jika seseorang ragu apakah sudah salat 3 atau 4 rakaat, maka ia harus membuang keraguan dengan mengambil yang yakin (jumlah yang lebih sedikit), kemudian menambah kekurangannya dan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
  • Memindahkan Rukun Qauli: Mengucapkan rukun ucapan (seperti Al-Fatihah atau Tasyahud) bukan pada tempatnya karena lupa.
  • Melakukan Larangan Kecil karena Lupa: Mengerjakan sesuatu yang membatalkan salat jika disengaja, tetapi dilakukan karena lupa, seperti menambah ruku' atau sujud.

Tata Cara Sujud Sahwi

Pelaksanaan sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sujud dengan duduk di antara dua sujud, persis seperti sujud dalam salat biasa. Berikut adalah urutan tata caranya:

  1. Selesaikan seluruh rangkaian salat hingga tasyahud akhir.
  2. Setelah membaca tasyahud akhir dan selawat, jangan salam terlebih dahulu.
  3. Niatkan di dalam hati untuk melakukan sujud sahwi.
  4. Lakukan sujud pertama sambil membaca doa sujud sahwi atau tasbih.
  5. Bangun dari sujud dan duduk (duduk iftirasy) sejenak.
  6. Lakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama.
  7. Bangun dari sujud kedua, kemudian duduk tawarruk (posisi tasyahud akhir) lagi.
  8. Ucapkan salam (ke kanan dan ke kiri) untuk mengakhiri salat.

Kapan Sujud Sahwi Dilakukan?

Mayoritas ulama mazhab Syafi'i berpendapat bahwa letak sujud sahwi yang paling utama adalah sebelum salam. Namun, jika seseorang lupa melakukan sujud sahwi dan sudah terlanjur salam, ia boleh langsung melakukan sujud sahwi asalkan jeda waktunya belum lama dan belum banyak melakukan aktivitas lain (seperti berbicara atau berjalan jauh).

Hukum dan Hikmah

Hukum melaksanakan sujud sahwi adalah sunah. Artinya, jika seseorang meninggalkannya (baik sengaja maupun lupa), salatnya tetap sah dan tidak batal. Namun, meninggalkannya berarti melewatkan keutamaan menyempurnakan ibadah.

Hikmah di balik syariat ini antara lain:

Aspek Penjelasan
Penghinaan Terhadap Setan Sujud sahwi disebut sebagai "targhiman lisy-syaithan" atau penghinaan bagi setan yang berusaha mengganggu konsentrasi manusia saat salat.
Penyempurna Ibadah Menambal kekurangan atau cacat yang terjadi dalam pelaksanaan salat agar nilainya kembali utuh di hadapan Allah SWT.
Kesadaran Diri Mengingatkan manusia akan sifatnya yang lemah dan pelupa, serta keagungan Allah yang Maha Sempurna.

Dengan memahami doa dan tata cara sujud sahwi, kita dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang. Kesalahan yang tidak disengaja tidak perlu membuat kita waswas akan keabsahan salat, karena Islam telah menyediakan mekanisme perbaikan yang indah melalui sujud ini. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya