Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Beda dengan Resepsi Sidoarjo, Ini Makna Mendalam Logo 1 Abad NU Versi Masehi

Media Indonesia
06/1/2026 22:30
Beda dengan Resepsi Sidoarjo, Ini Makna Mendalam Logo 1 Abad NU Versi Masehi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (tengah) didampingi Sekjen PBNU Amin Said Husni (kanan) dan Wakil Ketua Umum PBNU Masyhuri Malik (kiri) bersama para pengurus usai menyampaikan keterangan pers terkait dinamika kepengurus(MI/Susanto)

PELUNCURAN logo Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi oleh PBNU pada Senin (5/1) memancing rasa penasaran publik. Banyak yang bertanya: mengapa ada peringatan satu abad lagi setelah resepsi akbar di Sidoarjo tahun 2023 lalu?

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan konteks sejarah serta membedah makna filosofis di balik logo baru yang disiapkan untuk puncak perayaan di Gelora Bung Karno (GBK) pada 31 Januari 2026 mendatang.

Mengapa Ada Dua Kali "1 Abad"?

Penting untuk dipahami bahwa NU memiliki dua pijakan waktu dalam menghitung usianya. Resepsi akbar di Sidoarjo pada Februari 2023 lalu adalah peringatan 1 Abad versi Hijriah (16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H).

Sementara itu, logo yang baru diluncurkan Gus Yahya kali ini adalah untuk menyambut 1 Abad versi Masehi. NU didirikan pada 31 Januari 1926, sehingga tepat pada 31 Januari 2026 nanti, organisasi ini genap berusia 100 tahun dalam kalender Gregorian. Momentum ini dirancang sebagai penyempurna "selamatan" abad kedua NU.

Sebagai catatan tambahan, jika merujuk pada kalender Hijriah saat ini, NU sebenarnya telah memasuki usia ke-103 tahun (1447 H).

Bedah Visual: Simbolisme Emas dan Hijau

Jika logo 1 Abad Hijriah identik dengan angka '1' yang menyerupai pita emas meliuk, logo versi Masehi 2026 tampil lebih tegas dan geometris. Berikut bedah makna visualnya:

Elemen Visual Makna Filosofis
Angka '1' Hijau Melambangkan Khittah dan prinsip dasar NU. Warna hijau adalah identitas Islam dan kesuburan, menegaskan bahwa di abad kedua, NU tetap berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Dua Angka '0' Emas Emas melambangkan kemuliaan dan kejayaan. Dua lingkaran ini merepresentasikan visi global NU untuk membangun peradaban dunia yang mulia di masa depan.
Komposisi Solid Angka 100 yang saling terikat menyimbolkan soliditas organisasi (jam'iyah) yang tidak mudah terpecah belah di tengah dinamika zaman.

Tema: Mengawal Kemerdekaan

Tema yang diusung, "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia", bukan sekadar slogan. Ini adalah penegasan sejarah bahwa NU lahir (1926) jauh sebelum Indonesia merdeka (1945), dan para kyai NU memiliki andil besar dalam membidani lahirnya republik ini.

Bagi Anda yang membutuhkan logo resmi ini untuk keperluan spanduk, kaos, atau media sosial, PBNU menyediakan akses unduhan resolusi tinggi (High-Res) agar tidak pecah saat dicetak.

DOWNLOAD LOGO VERSI MASEHI (High Res)

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya