Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PBNU Luncurkan Logo Harlah 1 Abad NU Versi Masehi

Media Indonesia
06/1/2026 22:24
PBNU Luncurkan Logo Harlah 1 Abad NU Versi Masehi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (tengah) didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Masyhuri Malik (kiri) dan Sekjen PBNU Amin Said Husni menyampaikan keterangan pers terkait dinamika kepengurusan di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, R(MI/Susanto)

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi. Peluncuran ini menandai usia 100 tahun perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut berdasarkan kalender Gregorian (31 Januari 1926-31 Januari 2026).

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memimpin langsung peluncuran logo dan tema tersebut di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (5/1). Gus Yahya menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum pelengkap dari perayaan 1 Abad NU versi Hijriah yang telah digelar meriah pada tahun 2023 lalu.

Tema dan Filosofi Logo 1 Abad NU Masehi

Untuk peringatan satu abad versi Masehi ini, PBNU mengusung tema besar: "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Tema ini mencerminkan komitmen NU yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia untuk terus menjaga kedaulatan negara sekaligus berkontribusi pada peradaban dunia.

Logo Harlah 1 Abad NU versi Masehi dirancang dengan elemen visual yang kuat dan sarat makna:

  • Angka '1' Berwarna Hijau: Melambangkan fondasi moral, spiritualitas, dan keteguhan prinsip perjuangan NU yang berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
  • Dua Angka '0' Berwarna Emas: Merepresentasikan kejayaan, kemuliaan, dan capaian NU dalam membangun peradaban global yang damai dan setara.
  • Bentuk Solid dan Terikat: Simbol persatuan yang kokoh antar-elemen bangsa dan kesinambungan khidmah NU dari masa ke masa.

Puncak Resepsi di Gelora Bung Karno

Gus Yahya mengungkapkan bahwa puncak peringatan Harlah 1 Abad NU versi Masehi dijadwalkan akan digelar pada tanggal 31 Januari 2026. Acara tersebut rencananya akan dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

"Kita insyaallah akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi. Mudah-mudahan bisa menjadi ruang silaturahmi besar bagi warga Nahdliyin, meskipun formatnya mungkin berbeda dengan resepsi 1 Abad Hijriah di Sidoarjo," ujar Gus Yahya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya