Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengertian Landscape: Jenis, Elemen, dan Peranannya dalam Tata Ruang

Thalatie K Yani
07/1/2026 10:13
Pengertian Landscape: Jenis, Elemen, dan Peranannya dalam Tata Ruang
Ilustrasi(gemini AI)

Istilah landscape atau lanskap sering kali kita dengar dalam berbagai konteks, mulai dari fotografi, seni lukis, hingga arsitektur dan tata kota. Secara sederhana, landscape merujuk pada fitur-fitur yang terlihat dari suatu area tanah, bentuk lahannya, dan bagaimana elemen-elemen tersebut berintegrasi dengan fitur buatan manusia maupun alam. Dalam pengertian yang lebih luas, landscape adalah gabungan antara karakteristik fisik geografis dengan lapisan budaya yang membentuk sebuah pemandangan atau tata ruang yang harmonis.

Pemahaman mengenai landscape tidak hanya terbatas pada sekadar "pemandangan indah". Dalam ilmu geografi dan arsitektur, ini mencakup interaksi yang kompleks antara elemen alam (seperti gunung, sungai, dan vegetasi) dengan elemen manusia (seperti bangunan, jalan, dan pertanian). Memahami konsep ini sangat penting, terutama dalam era pembangunan modern di mana keseimbangan antara beton dan ruang hijau menjadi krusial untuk keberlangsungan lingkungan hidup.

Jenis-Jenis Landscape Berdasarkan Karakteristiknya

Secara umum, landscape dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan dominasi elemen pembentuknya. Pembagian ini membantu kita memahami bagaimana sebuah ruang terbentuk dan berfungsi.

1. Landscape Alami (Natural Landscape)

Ini adalah jenis lanskap yang belum banyak terjamah oleh aktivitas manusia. Komponen utamanya adalah fitur geografis asli seperti pegunungan, hutan belantara, gurun, sungai, dan laut. Landscape alami memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi karena menjadi habitat bagi flora dan fauna serta menjaga siklus air dan udara.

2. Landscape Budaya (Cultural/Built Landscape)

Berbeda dengan yang alami, jenis ini adalah hasil interaksi manusia dengan alam. Contohnya termasuk area pertanian, pedesaan, taman kota, hingga kawasan perkotaan yang padat. Dalam arsitektur lanskap, fokus utamanya adalah bagaimana merancang area ini agar fungsional bagi manusia namun tetap memperhatikan estetika dan keberlanjutan lingkungan.

Mengenal Arsitektur Lanskap

Salah satu profesi yang paling erat kaitannya dengan istilah ini adalah arsitektur lanskap. Ini adalah seni dan ilmu dalam menganalisis, merencanakan, mendesain, memanajemen, serta melestarikan lahan. Tujuannya bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memecahkan masalah lingkungan.

Seorang arsitek lanskap bekerja untuk menciptakan ruang luar yang responsif terhadap lingkungan. Mereka merancang taman kota untuk paru-paru kota, merestorasi lahan basah yang rusak, hingga merancang area resapan air untuk mencegah banjir. Dalam konteks hunian, desain landscape yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya, memberikan rasa tenang, serta meningkatkan nilai properti.

Elemen Penting dalam Desain Landscape: Hardscape dan Softscape

Dalam merancang sebuah taman atau tata ruang luar, terdapat dua elemen fundamental yang harus dikombinasikan secara seimbang. Memahami kedua elemen ini adalah kunci keberhasilan sebuah desain lanskap.

1. Softscape (Elemen Lunak)

Softscape merujuk pada elemen-elemen hortikultura atau yang hidup dan terus bertumbuh. Elemen ini memberikan nuansa alami, kesejukan, dan warna pada sebuah area. Komponen softscape meliputi:

  • Pepohonan: Berfungsi sebagai peneduh, penahan angin, dan penyaring polusi.
  • Semak dan Perdu: Digunakan sebagai pembatas alami atau aksen visual.
  • Rumput (Groundcover): Penutup tanah untuk mencegah erosi dan memberikan area hijau yang luas.
  • Bunga: Memberikan estetika warna dan aroma.

2. Hardscape (Elemen Keras)

Sebaliknya, hardscape adalah elemen-elemen non-hidup atau material keras yang digunakan dalam desain lanskap. Fungsinya adalah untuk memberikan struktur, aksesibilitas, dan definisi ruang. Contoh elemen hardscape meliputi:

  • Jalan setapak (Pathway): Menggunakan batu alam, paving block, atau kerikil.
  • Dinding penahan (Retaining Wall): Untuk menahan tanah pada lahan berkontur.
  • Fitur Air (Water Feature): Seperti kolam ikan, air mancur, atau kolam renang.
  • Gazebo dan Pergola: Bangunan pendukung untuk tempat bersantai.

Kunci dari desain landscape yang memukau adalah keseimbangan antara hardscape dan softscape. Terlalu banyak hardscape akan membuat lingkungan terasa gersang dan panas, sementara dominasi softscape tanpa struktur yang jelas bisa membuat taman terlihat berantakan seperti hutan liar.

Landscape dalam Fotografi

Selain dalam konteks tata ruang, istilah ini juga sangat populer dalam dunia fotografi. Fotografi landscape adalah genre yang menangkap keindahan alam dan lingkungan sekitar. Tujuannya adalah membawa penikmat foto seolah-olah berada di lokasi tersebut.

Dalam fotografi landscape, elemen pencahayaan (seperti golden hour dan blue hour), komposisi, dan kedalaman ruang (depth of field) menjadi sangat krusial. Fotografer sering menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) untuk menangkap kemegahan pemandangan secara utuh, mulai dari latar depan (foreground) hingga latar belakang (background) yang jauh.

Kesimpulan

Memahami landscape berarti memahami hubungan kita dengan lingkungan sekitar. Baik itu dalam konteks merancang taman rumah, menata kota, atau sekadar menikmati pemandangan alam melalui lensa kamera, landscape mengajarkan tentang harmoni dan keseimbangan. Dengan perencanaan yang matang yang menggabungkan elemen lunak dan keras, kita dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga sehat dan berkelanjutan untuk masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya