Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugaas (Satgas) Galapana DPR RI menegaskan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. Langkah ini dinilai mendesak mengingat masih banyak warga yang bertahan di tenda darurat, sementara bulan suci Ramadan semakin dekat.
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, mengatakan bahwa secara prinsip seluruh pemangku kepentingan telah menunjukkan kesiapan dan komitmen. Namun demikian, diperlukan penyelarasan dan sinkronisasi data agar proses pembangunan Huntara dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tidak terkendala di lapangan.
“Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu kita perkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi, agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar TA Khalid dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/1).
Ia mengungkapkan, dalam rapat koordinasi yang digelar sebelumnya, pihak BUMN dan BP BUMN menyatakan kesiapan untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara. Agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan, pemutakhiran data penerima manfaat serta penetapan lokasi pembangunan perlu segera disepakati secara bersama.
Satgas Galapana menekankan bahwa percepatan pembangunan Huntara membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh. Koordinasi yang intensif diharapkan mampu menyatukan data, mempercepat pengambilan keputusan, serta mencegah terjadinya tumpang tindih di lapangan.
“Jika data penghuni dan lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara bisa langsung dipercepat. Ini kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tambahnya.
Satgas Galapana DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses percepatan Huntara dan berperan sebagai penghubung antarinstansi. Dengan demikian, pemulihan pascabencana di Aceh diharapkan dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah tersebut, masyarakat terdampak banjir di Aceh diharapkan dapat segera menempati Huntara yang layak dan aman, sehingga dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat. (ANt/P-4)
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
BANJIR besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, salah satunya.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved