Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kecelakaan Kapal Labuan Bajo Tunjukkan Lemahnya Aspek Keselamatan Wisata di Indonesia

Despian Nurhidayat
31/12/2025 10:23
Kecelakaan Kapal Labuan Bajo Tunjukkan Lemahnya Aspek Keselamatan Wisata di Indonesia
Petugas melakukan evakuasi korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo.(Metro TV)

Ketua Bidang Investasi dan Pariwisata, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Ogy Sugianto, menyatakan bahwa kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo merupakan akumulasi dari kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih mengejar citra dan angka kunjungan dibandingkan aspek keselamatan manusia.

“Ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan kegagalan kebijakan. Kementerian Pariwisata dinilai lalai dalam memastikan standar keselamatan wisata bahari berjalan optimal di lapangan,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (31/1).

Ia menegaskan, PP KAMMI menuntut adanya pertanggungjawaban serius dari pejabat Kementerian Pariwisata yang bertanggung jawab atas pengawasan destinasi super prioritas. Menurutnya, pembiaran terhadap praktik berisiko di sektor wisata bahari tidak dapat ditoleransi ketika telah menelan korban jiwa. PP KAMMI juga menilai promosi pariwisata tanpa kesiapan sistem keselamatan yang memadai merupakan bentuk kelalaian struktural. Negara, melalui kementerian terkait, tidak boleh semata-mata melempar tanggung jawab kepada operator di lapangan, mengingat regulasi, pembinaan, dan pengawasan berada dalam kendali pemerintah.

“Tidak adil jika yang disalahkan hanya pelaku usaha kecil, sementara pejabat yang gagal menyusun dan mengawasi kebijakan tetap aman di jabatannya. Dalam negara yang bertanggung jawab, kegagalan yang merenggut nyawa harus diikuti dengan pertanggungjawaban jabatan,” lanjut Ogy.

Lebih lanjut, PP KAMMI memperingatkan bahwa tanpa sanksi tegas terhadap pihak yang lalai, tragedi serupa berpotensi terus berulang. Kondisi ini dikhawatirkan menjadikan keselamatan wisatawan sebagai korban dari ambisi pembangunan pariwisata yang tidak berorientasi pada aspek kemanusiaan.

PP KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus kecelakaan kapal Labuan Bajo, termasuk mendorong pertanggungjawaban politik dan administratif. Organisasi tersebut menekankan bahwa pembangunan pariwisata Indonesia harus berlandaskan prinsip keselamatan, keadilan, dan penghormatan terhadap nyawa manusia.

PP KAMMI pun menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pelatih Valencia CF, Fernando Martín, bersama tiga anaknya dalam insiden kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Desember 2025. Meski demikian, PP KAMMI menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak dapat berhenti pada ungkapan belasungkawa semata. Insiden maut itu dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan penjaminan keselamatan wisatawan, khususnya di kawasan destinasi super prioritas yang selama ini dipromosikan secara masif ke tingkat internasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya