Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waktu di Mars Lebih Cepat dari Bumi, Apa Dampaknya bagi Manusia?

Cornelius Juan Prawira
27/12/2025 21:46
Waktu di Mars Lebih Cepat dari Bumi, Apa Dampaknya bagi Manusia?
ilustrasi(freepik)

WAKTU di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan dengan Bumi. Fenomena ini bukan sekadar fiksi ilmiah, melainkan dapat dijelaskan melalui teori relativitas Albert Einstein, yang menyatakan bahwa waktu dapat berjalan berbeda bergantung pada gravitasi dan kecepatan suatu benda di ruang angkasa.

Mengutip livescience.com, jam di Mars berdetak sekitar ratusan mikrodetik lebih cepat setiap harinya dibandingkan dengan jam di Bumi. Selisih waktu ini memang sangat kecil dan hampir tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perbedaan tersebut menjadi krusial dalam perhitungan ilmiah serta pengoperasian teknologi luar angkasa.

Perbedaan laju waktu ini terjadi karena gravitasi Mars lebih lemah dibandingkan Bumi. Dengan ukuran dan massa yang lebih kecil, tarikan gravitasi Mars juga lebih rendah. Dalam kondisi gravitasi yang lebih lemah, waktu cenderung berjalan sedikit lebih cepat.

Lintasan Lonjong

Selain faktor gravitasi, lintasan Mars yang mengelilingi Matahari juga berpengaruh. Orbit Mars berbentuk lonjong, sehingga jaraknya terhadap Matahari berubah-ubah sepanjang tahun. Variasi jarak ini turut memengaruhi laju waktu secara halus dan membuat penghitungan waktu di Mars menjadi lebih kompleks dibandingkan di Bumi.

Bagi manusia di Bumi, perbedaan waktu antara kedua planet tersebut hampir tidak menimbulkan dampak langsung. Namun, bagi misi luar angkasa, terutama yang melibatkan satelit, robot penjelajah, serta komunikasi antarplanet, selisih waktu sekecil apa pun dapat memicu masalah apabila tidak diperhitungkan secara presisi.

Sistem navigasi dan komunikasi antara Bumi dan Mars memerlukan sinkronisasi waktu yang sangat akurat. Tanpa penyesuaian yang tepat, data yang dikirim dan diterima berpotensi tidak sinkron, sehingga dapat mengganggu kelancaran operasi misi antariksa.

Ke depan, apabila manusia benar-benar menetap di Mars, perbedaan waktu ini juga perlu diperhitungkan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem penanggalan, jam, jadwal kerja, hingga pengoperasian teknologi otomatis harus disesuaikan agar aktivitas manusia dan mesin dapat berjalan selaras.

Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa teori relativitas Einstein tidak hanya berlaku secara teoretis, tetapi benar-benar bekerja di seluruh tata surya. Memahami perbedaan waktu antara Bumi dan Mars menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan masa depan eksplorasi antariksa dan potensi kehidupan manusia di planet lain.

(livescience/nist.gov/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik