Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CARNIVORE diet merupakan pola makan yang hanya mengandalkan produk hewani, seperti daging, ikan, telur, serta beberapa produk susu. Diet ini sama sekali tidak memasukkan makanan nabati, termasuk buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Belakangan, carnivore diet semakin populer karena dianggap mampu menurunkan berat badan dengan cepat. Meski demikian, keamanannya masih menjadi perdebatan di kalangan ahli kesehatan.
Pendukung carnivore diet menilai asupan protein dan lemak yang tinggi dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Kondisi ini membuat porsi makan berkurang secara alami, sehingga asupan kalori harian ikut menurun dan berat badan bisa turun dalam waktu singkat.
Namun, penghilangan seluruh makanan nabati berisiko menyebabkan kekurangan serat, vitamin, dan mineral penting. Serat berperan besar dalam menjaga kesehatan pencernaan serta membantu mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, carnivore diet cenderung tinggi lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL dalam darah, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung jika dilakukan dalam jangka panjang.
Sebagian orang memang melaporkan penurunan berat badan yang signifikan setelah menjalani diet ini. Hal tersebut umumnya terjadi karena rendahnya asupan karbohidrat, sehingga tubuh beralih membakar lemak sebagai sumber energi utama. Meski begitu, manfaat jangka panjang carnivore diet masih belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Diet ekstrem seperti carnivore diet berpotensi menimbulkan efek samping, mulai dari sembelit, gangguan pencernaan, hingga ketidakseimbangan nutrisi. Risiko ini bisa lebih besar pada orang dengan riwayat penyakit jantung atau masalah metabolik.
Berbeda dengan pola makan seimbang yang menganjurkan variasi makanan dari berbagai sumber, carnivore diet justru menghilangkan kelompok makanan nabati yang selama ini terbukti mendukung kesehatan jantung dan mencegah penyakit kronis.
Secara keseluruhan, carnivore diet memang dapat membantu menurunkan berat badan dalam jangka pendek bagi sebagian orang. Namun, keamanannya dalam jangka panjang masih dipertanyakan. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum mencoba pola makan ini.
(bhf.org.uk/stvincents.org/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved