Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

LUDESC Inovasi Stetoskop Digital Pemeriksaan Paru Jarak Jauh

Despian Nurhidayat
25/12/2025 10:22
LUDESC Inovasi Stetoskop Digital Pemeriksaan Paru Jarak Jauh
Ilustrasi.(freepik)

PERKEMBANGAN teknologi kesehatan terus menghadirkan inovasi baru, salah satunya melalui Ludesc (Lung Disease Electronic Stethoscope), sebuah stetoskop digital tanpa kabel yang terintegrasi dengan layanan telemedicine. Inovasi ini dikembangkan untuk membantu dokter, khususnya dalam pemeriksaan penyakit paru-paru jarak jauh.

Co Founder & COO Ludesc, Cut Nanda Nurbadriani, menjelaskan bahwa Ludesc merupakan pengembangan dari stetoskop konvensional yang selama ini hanya bisa didengar langsung oleh dokter. 

“Kami mengembangkan stetoskop versi digital tanpa kabel yang terhubung ke aplikasi Ludesc. Alat ini tidak menggantikan dokter, tapi membantu dokter dalam proses pemeriksaan,” ujarnya Podcast Kuphie Sareng yang disiarkan di Kanal YouTube RRI Banda Aceh, Rabu (24/12)

Menurut Cut Nanda, cara kerja Ludesc menyerupai pemeriksaan paru-paru pada umumnya. Pasien tetap melakukan instruksi seperti menarik dan menghembuskan napas, sementara suara paru-paru direkam melalui stetoskop digital. “Hasil suara itu kemudian dianalisis oleh sistem dan ditampilkan di aplikasi telemedicine sebagai indikasi awal keluhan paru-paru,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aplikasi Ludesc tidak memberikan diagnosis pasti. “Kami tidak langsung menyebut pasien terkena penyakit tertentu seperti TBC. Sistem hanya membantu dokter mengarahkan, misalnya ada indikasi bronkitis atau gangguan lain, sehingga pasien bisa menjalani pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Ludesc sendiri berdiri sejak tahun 2023 dan telah memasuki tahun kedua pengembangan. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap keterbatasan jumlah dokter paru-paru serta risiko penularan penyakit melalui droplet saat pemeriksaan langsung. “Dengan pemeriksaan jarak jauh, dokter dan pasien tetap aman, apalagi untuk penyakit paru yang rentan menular,” ujar Cut Nanda.

Saat ini, Ludesc telah diuji coba di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pengembangan alat dilakukan secara kolaboratif dengan tenaga medis. “Kami dari bidang teknik tentu membutuhkan masukan dokter. Karena itu, uji coba dilakukan di rumah sakit pendidikan agar sesuai kebutuhan klinis,” katanya.

Meski telah menunjukkan hasil positif, Ludesc masih dalam tahap pengembangan dan belum dikomersialkan. “Dulu alat kami masih menggunakan kabel, sekarang sudah berbasis Bluetooth. Ke depan kami harap teknologi ini semakin matang dan saat ini masih difokuskan untuk keperluan pendidikan,” tutup Cut Nanda. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya