Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM liar baru saja menunjukkan sisi kolaboratif yang mengejutkan. Di lepas pantai Pulau Vancouver, Kanada, para ilmuwan mendokumentasikan fenomena langka di mana paus pembunuh (orca) dan lumba-lumba bekerja sama dalam satu tim terkoordinasi untuk berburu ikan salmon.
Penelitian ini mengamati sembilan paus pembunuh Northern Resident melalui 258 pertemuan. Hasilnya, para ilmuwan menemukan pola di mana orca membuntuti lumba-lumba untuk menggiring salmon Chinook dewasa ke posisi yang menguntungkan.
Menggunakan biologgers (tag sensor kecil yang merekam kedalaman, gerakan, dan suara) serta kamera drone, tim peneliti melihat bagaimana kedua spesies ini berinteraksi. Video menunjukkan setidaknya 25 kali perubahan arah gerakan orca yang sengaja mengikuti jalur lumba-lumba menuju penyelaman berburu bersama.
Selama proses tersebut, orca tampak mengikuti jejak ekolokasi (pulsa suara frekuensi tinggi) dari lumba-lumba untuk mendeteksi mangsa di kedalaman laut.
"Rekaman kami menunjukkan paus pembunuh dan lumba-lumba mungkin benar-benar bekerja sama untuk menemukan dan berbagi mangsa, sesuatu yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya pada populasi ini," ujar Dr. Sarah Fortune, ketua penelitian dari Dalhousie University.
Awalnya, peneliti menduga adanya kleptoparasitisme atau perilaku mencuri makanan. Namun, data di lapangan membantah hal tersebut. Tidak ditemukan tanda-tanda agresivitas seperti orca yang menyerang atau lumba-lumba yang mencoba kabur secara tiba-tiba.
Sebaliknya, kerja sama ini memberikan keuntungan bagi keduanya:
Selain faktor makanan, lumba-lumba diduga merasa lebih aman berada di dekat orca pemakan ikan. Di wilayah tersebut, terdapat kelompok orca lain yang merupakan predator mamalia (anjing laut dan lumba-lumba). Dengan menempel pada orca pemakan ikan, lumba-lumba secara tidak langsung berada dalam "zona aman" karena predator mereka cenderung menghindari kelompok orca jenis ini.
Penemuan ini menjadi sangat penting mengingat populasi salmon Chinook di Pantai Pasifik sedang mengalami penurunan. Efisiensi berburu melalui kerja sama lintas spesies ini bisa menjadi kunci bagi orca untuk bertahan hidup di tengah kondisi laut yang terus berubah. (Earth/Z-2)
Para ilmuwan di Norwegia berhasil merekam momen langka kelahiran bayi paus orca di perairan Skjervøy, Lingkar Arktik.
Untuk pertama kalinya, ilmuwan di Meksiko merekam perilaku paus orca yang berburu hiu putih muda dan memakan hati mereka yang kaya energi.
Sejumlah kapal di lepas pantai Spanyol rusak setelah ditabrak Orca Iberia, subpopulasi paus pembunuh yang terancam punah.
PEMAHAMAN ekologi cetacea (mamalia laut) sangat penting untuk upaya konservasi dan pengelolaan. Pada 2018, wilayah Kaimana diidentifikasi sebagai habitat penting mamalia laut (IMMA).
Dua paus pembunuh di Marineland Antibes, Prancis, terancam nasibnya setelah kebun binatang tersebut ditutup pada 5 Januari akibat undang-undang kesejahteraan hewan yang baru.
Para ilmuwan di Norwegia berhasil merekam momen langka kelahiran bayi paus orca di perairan Skjervøy, Lingkar Arktik.
Untuk pertama kalinya, ilmuwan di Meksiko merekam perilaku paus orca yang berburu hiu putih muda dan memakan hati mereka yang kaya energi.
Penelitian terbaru mencatat 34 kasus orca liar menyodorkan mangsa mati kepada manusia, memicu pertanyaan tentang kecerdasan, rasa ingin tahu, dan empati.
Rekaman drone memperlihatkan orca Southern Resident menggunakan rumput laut bull kelp sebagai alat pijat dalam interaksi sosial.
Dua paus orca, Wikie dan Keijo, masih terlantar di Marineland Antibes, Prancis, setelah kebun binatang laut itu ditutup pada Januari akibat larangan penggunaan orca dalam pertunjukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved