Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Tulisan Syafakillah Arab, Arti, dan Cara Menjawabnya

 Gana Buana
20/12/2025 22:30
Tulisan Syafakillah Arab, Arti, dan Cara Menjawabnya
Tulisan Syafakillah yang benar dalam Arab dan Latin beserta artinya.(Freepik)

DALAM ajaran Islam, menjenguk atau mendoakan saudara yang sedang sakit merupakan amalan yang sangat mulia. Salah satu ucapan yang paling sering kita dengar atau kirimkan melalui pesan singkat adalah tulisan syafakillah. Ucapan ini bukan sekadar kata-kata penghibur, melainkan sebuah doa tulus yang memohon kesembuhan langsung kepada Allah SWT. Namun, seringkali masyarakat masih bingung mengenai penulisan, penggunaan kata ganti (dhamir) yang tepat, serta bagaimana cara menjawab doa tersebut.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai tata cara penulisan Syafakillah yang benar secara kaidah bahasa Arab, perbedaannya dengan Syafakallah, serta adab-adab dalam mendoakan orang sakit sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Tulisan Syafakillah Arab dan Latin

Secara bahasa, Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ) diambil dari kata syafaa (menyembuhkan), ka/ki (kamu), dan Allah. Jika ditujukan kepada seorang perempuan (muslimah) yang sedang sakit, maka penggunaan yang tepat adalah menggunakan akhiran 'ki' (dhamir anti).

Berikut adalah tulisan Syafakillah dalam bahasa Arab yang benar beserta harakatnya:

شَفَاكِ اللهُ

Latin: Syafakillah

Artinya: "Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan)."

Doa ini mengandung harapan agar penyakit yang diderita segera diangkat oleh Allah SWT dan digantikan dengan kesehatan serta pengampunan dosa.

Perbedaan Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, dan Syafahallah

Bahasa Arab memiliki aturan tata bahasa yang sangat spesifik terkait gender (muzakkar/muannats) dan jumlah orang yang diajak bicara atau dibicarakan. Kesalahan dalam penggunaan akhiran kata dapat mengubah makna kepada siapa doa tersebut ditujukan. Berikut adalah panduan lengkap agar Anda tidak salah dalam menggunakannya:

  • Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ): Diucapkan langsung kepada orang sakit perempuan tunggal (kamu perempuan).
  • Syafakallah (شَفَاكِ اللهُ): Diucapkan langsung kepada orang sakit laki-laki tunggal (kamu laki-laki).
  • Syafahullah (شَفَاهُ اللهُ): Diucapkan untuk mendoakan orang sakit laki-laki yang tidak ada di hadapan kita atau orang ketiga (dia laki-laki).
  • Syafahallah (شَفَاهَا اللهُ): Diucapkan untuk mendoakan orang sakit perempuan yang tidak ada di hadapan kita atau orang ketiga (dia perempuan).
  • Syafakumullah (شَفَاكُمُ اللهُ): Diucapkan kepada orang sakit yang berjumlah banyak (jamak) atau bisa digunakan untuk penghormatan kepada satu orang.

Cara Menjawab Ucapan Syafakillah

Ketika Anda sedang sakit dan menerima pesan atau ucapan tulisan syafakillah dari kerabat, disunnahkan untuk membalas doa tersebut dengan doa yang baik pula. Jangan hanya berdiam diri atau sekadar mengucapkan terima kasih biasa, karena doa sesama muslim adalah mustajab.

Berikut adalah beberapa jawaban yang dianjurkan:

  1. Jazakallahu Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا): Artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." Ini adalah jawaban standar yang diajarkan Rasulullah SAW untuk membalas kebaikan orang lain.
  2. Aamiin, Syukran (آمِيْن، شُكْرًا): Artinya "Kabulkanlah ya Allah, terima kasih." Jawaban singkat namun sopan.
  3. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin: Meminta agar Allah mengabulkan doa kesembuhan tersebut.

Doa Kesembuhan dalam Al-Qur'an

Selain mengucapkan doa singkat seperti Syafakillah, kita juga bisa merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang kesembuhan (Ayat Syifa). Salah satu doa yang sangat masyhur adalah doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Beliau menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang mampu menyembuhkan penyakit.

Ayat tersebut terdapat dalam Surat Asy-Syu'ara ayat 80:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80)

Meyakini ayat ini adalah bagian dari tauhid. Mengucapkan Syafakillah adalah bentuk ikhtiar doa, namun keyakinan hati harus tetap tertuju bahwa obat dan dokter hanyalah perantara, sedangkan kesembuhan mutlak adalah hak prerogatif Allah SWT.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Mengetahui tulisan dan arti doa saja tidak cukup. Sebagai seorang muslim yang baik, kita perlu memperhatikan adab ketika menjenguk atau mendoakan orang sakit agar kehadiran kita membawa keberkahan, bukan beban.

  • Niat yang Ikhlas: Luruskan niat menjenguk hanya karena Allah dan untuk menggugurkan kewajiban sesama muslim.
  • Memilih Waktu yang Tepat: Hindari menjenguk di waktu istirahat pasien atau terlalu larut malam.
  • Mendoakan Kebaikan: Ucapkan Syafakillah atau Syafakallah dengan tulus. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa sapu jagat untuk kesembuhan: "Allahumma Rabban-nasi, adzhibil-ba’sa, isyfi antasy-syafi..."
  • Memberikan Harapan (Tafa'ul): Hibur hatinya dengan mengatakan bahwa sakit adalah penggugur dosa dan insya Allah akan segera sembuh. Jangan membicarakan hal-hal yang membuat pasien takut atau cemas akan penyakitnya.

Dengan memahami penggunaan tulisan syafakillah yang benar, kita dapat mendoakan saudara seiman dengan lebih tepat sasaran. Semoga setiap doa yang kita lantunkan menjadi asbab turunnya rahmat dan kesembuhan dari Allah SWT bagi mereka yang sedang diuji dengan sakit. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya