Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Apa arti syafakallah dan syafakillah? Bagaimana cara memberikan jawaban syafakillah yang sesuai dengan ajaran Islam? Dalam budaya Muslim, ucapan ini sering terdengar saat mendoakan kesembuhan seseorang yang sedang sakit. Artikel ini akan menjelaskan makna kedua istilah tersebut, cara menjawabnya, serta dasar doa kesembuhan menurut Al-Qur'an dan hadits. Bacaan ditulis sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan.
Syafakallah dan syafakillah adalah doa yang berarti "Semoga Allah menyembuhkanmu." Keduanya digunakan untuk mendoakan orang yang sedang sakit, tetapi ada perbedaan berdasarkan gender:
Doa ini mencerminkan kepedulian dan harapan agar Allah memberikan kesembuhan kepada orang yang sakit. Ucapan ini sering disertai dengan doa-doa lain agar penyembuhan berlangsung cepat.
Ketika seseorang mengucapkan syafakallah atau syafakillah, ada beberapa cara untuk memberikan jawaban syafakillah yang sopan dan sesuai ajaran Islam. Berikut adalah jawaban yang umum digunakan:
Jawaban ini tidak hanya menunjukkan sopan santun, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual antar sesama Muslim. Penting untuk menjawab dengan tulus agar doa yang diterima terasa bermakna.
Selain mengetahui jawaban syafakillah, ada adab tertentu saat mendoakan orang sakit, seperti:
Doa untuk kesembuhan, termasuk syafakallah dan syafakillah, memiliki akar dalam ajaran Islam. Berikut adalah referensi dari Al-Qur'an dan hadits yang relevan:
Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah memberikan kesembuhan melalui firman-Nya:
Teks Arab: وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ
Latin: Wa nunazzilu minal-qur'āni mā huwa syifā'uw wa raḥmatul lil-mu'minīn
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra: 82)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber kesembuhan, baik secara fisik maupun spiritual.
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk orang sakit, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut:
Teks Arab: أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Adzhibil ba'sa rabbannaas, wasyfi anta syaafi, laa syifaa'a illa syifaauk, syifaa'an laa yughaadiru saqaman
Artinya: "Hilangkan penyakit, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa ini bisa dibaca sambil meletakkan tangan di bagian tubuh yang sakit, sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Ucapan syafakallah dan syafakillah bukan sekadar kata-kata, tetapi doa yang mengandung kebaikan. Dalam Islam, mendoakan orang lain adalah bentuk kasih sayang dan solidaritas. Ketika kita mengucapkan doa ini, kita juga mengingatkan diri sendiri bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kesembuhan. Selain itu, menjawab doa dengan jawaban syafakillah yang tepat mencerminkan akhlak mulia seorang Muslim.
Syafakallah dan syafakillah adalah doa indah untuk kesembuhan yang ditujukan kepada laki-laki dan perempuan. Jawaban yang tepat seperti "Jazakallah khairan" atau "Aamiin" menunjukkan rasa syukur dan penerimaan doa. Doa ini memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an (QS. Al-Isra: 82) dan hadits Rasulullah SAW. Dengan memahami arti, cara menjawab, dan adab mendoakan, kita dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved