Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Arti Syafakallah dan Syafakillah serta Jawaban Syafakillah yang Tepat

mediaindonesia.com
17/11/2025 13:36
Arti Syafakallah dan Syafakillah serta Jawaban Syafakillah yang Tepat
Ilustrasi(Freepik)

Apa arti syafakallah dan syafakillah? Bagaimana cara memberikan jawaban syafakillah yang sesuai dengan ajaran Islam? Dalam budaya Muslim, ucapan ini sering terdengar saat mendoakan kesembuhan seseorang yang sedang sakit. Artikel ini akan menjelaskan makna kedua istilah tersebut, cara menjawabnya, serta dasar doa kesembuhan menurut Al-Qur'an dan hadits. Bacaan ditulis sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

Apa Arti Syafakallah dan Syafakillah?

Syafakallah dan syafakillah adalah doa yang berarti "Semoga Allah menyembuhkanmu." Keduanya digunakan untuk mendoakan orang yang sedang sakit, tetapi ada perbedaan berdasarkan gender:

  • Syafakallah (شَفَاكَ اللهُ) diucapkan untuk laki-laki. Kata ini berasal dari bahasa Arab, di mana syafa berarti menyembuhkan, dan Allah merujuk pada Tuhan.
  • Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ) diucapkan untuk perempuan. Perbedaan terletak pada akhiran -illah yang menyesuaikan dengan grammar bahasa Arab untuk perempuan.

Doa ini mencerminkan kepedulian dan harapan agar Allah memberikan kesembuhan kepada orang yang sakit. Ucapan ini sering disertai dengan doa-doa lain agar penyembuhan berlangsung cepat.

Cara Menjawab Syafakallah dan Syafakillah

Ketika seseorang mengucapkan syafakallah atau syafakillah, ada beberapa cara untuk memberikan jawaban syafakillah yang sopan dan sesuai ajaran Islam. Berikut adalah jawaban yang umum digunakan:

  1. Jazakallah khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا) – Artinya "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." Jawaban ini menunjukkan rasa terima kasih atas doa yang diberikan.
  2. Aamiin – Artinya "Kabulkan." Ini adalah cara sederhana untuk menerima doa dengan harapan kesembuhan segera.
  3. Syukran, aamiin – Kombinasi ucapan terima kasih (syukran) dan penerimaan doa (aamiin).

Jawaban ini tidak hanya menunjukkan sopan santun, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual antar sesama Muslim. Penting untuk menjawab dengan tulus agar doa yang diterima terasa bermakna.

Adab saat Mendoakan Orang Sakit

Selain mengetahui jawaban syafakillah, ada adab tertentu saat mendoakan orang sakit, seperti:

  • Mendoakan dengan suara lembut dan penuh keikhlasan.
  • Mengunjungi orang sakit jika memungkinkan, sesuai hadits Rasulullah SAW.
  • Menyebut nama orang yang sakit dalam doa untuk kesembuhan.

Dasar Doa Kesembuhan dalam Al-Qur'an dan Hadits

Doa untuk kesembuhan, termasuk syafakallah dan syafakillah, memiliki akar dalam ajaran Islam. Berikut adalah referensi dari Al-Qur'an dan hadits yang relevan:

Al-Qur'an: Surah Al-Isra Ayat 82

Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah memberikan kesembuhan melalui firman-Nya:

Teks Arab: وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ

Latin: Wa nunazzilu minal-qur'āni mā huwa syifā'uw wa raḥmatul lil-mu'minīn

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra: 82)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber kesembuhan, baik secara fisik maupun spiritual.

Hadits Shahih tentang Doa Kesembuhan

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk orang sakit, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut:

Teks Arab: أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Adzhibil ba'sa rabbannaas, wasyfi anta syaafi, laa syifaa'a illa syifaauk, syifaa'an laa yughaadiru saqaman

Artinya: "Hilangkan penyakit, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini bisa dibaca sambil meletakkan tangan di bagian tubuh yang sakit, sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Mengapa Syafakallah dan Syafakillah Penting?

Ucapan syafakallah dan syafakillah bukan sekadar kata-kata, tetapi doa yang mengandung kebaikan. Dalam Islam, mendoakan orang lain adalah bentuk kasih sayang dan solidaritas. Ketika kita mengucapkan doa ini, kita juga mengingatkan diri sendiri bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kesembuhan. Selain itu, menjawab doa dengan jawaban syafakillah yang tepat mencerminkan akhlak mulia seorang Muslim.

Kesimpulan

Syafakallah dan syafakillah adalah doa indah untuk kesembuhan yang ditujukan kepada laki-laki dan perempuan. Jawaban yang tepat seperti "Jazakallah khairan" atau "Aamiin" menunjukkan rasa syukur dan penerimaan doa. Doa ini memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an (QS. Al-Isra: 82) dan hadits Rasulullah SAW. Dengan memahami arti, cara menjawab, dan adab mendoakan, kita dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan mendekatkan diri kepada Allah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya